Senin, 12 November 2018

Tepis Isu Hoax, Polisi Ajak Netizen Cangkruk'an


Maraknya berbagai isu hoax yang beredar di media sosial membuat jajaran kepolisian terus berupaya untuk memberikan wawasan kepada para netizen agar menjadi netizen yang bijak.Sabtu (10/11/18) Unit Cybertroop Polsek Mayangan Brigpol Andrik D.P melaksanakan cangkrukan kamtibmas bersama netizen di sebuah warung kopi di Perum Asabri Kanigaran Kota Probolinggo. Kegiatan ini dilakukan untuk lebih mendekatkan diri petugas Kepolisian dengan masyarakat. Karena sebagai petugas, masyarakat tentunya adalah mitra Kepolisian dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

Brigpol Andrik menyampaikan Di era milenial sekarang ini, semua sudah lebih maju, teknologi sudah lebih modern dan tentunya arus informasi pun juga semakin cepat. Oleh karenanya diperlukan kontrol agar kemajuan teknologi ini tidak disalah gunakan, terutama untuk menyebarkan hoax dan ujaran kebencian. Brigpol Andrik juga mengungkapkan melalui kegiatan cangkrukan tersebut, Petugas Kepolisian mengajak para netizen untuk lebih bijak dalam bermedia sosial. Menghimbau agar tidak ikut membuat dan menyebarkan berita bohong / hoax. Selain itu, diharapkan agar masyarakat memanfaatkan kemajuan teknologi sebagaimana mestinya dan untuk hal-hal yang positif saja.

“Jangan asal share. Saring dulu sebuah berita yang masuk, baru kalau sudah valid kebenarannya, baru bisa di share. Mari menjadi smart netizen yang bisa membentengi diri dari berbagai macam berita hoax,” Ucap Brigpol Andrik

Tak hanya itu, Kepolisian juga menghimbau agar masyarakat berperan dalam mensukseskan Pileg dan Pilpres 2019 yang aman dan damai.

Sambut Hari Pahlawan, Kapolres Ajak Implementasikan Nilai Kepahlawanan Dalam Kehidupan Sehari - Hari


Peringati Hari Pahlawan yang diperingati setiap 10 November, Kapolresta Probolinggo mengikuti kegiatan upacara di Alun – alun Kota Probolinggo, Senin (12/11/18) pagi. Bertindak sebagai inspektur upacara Walikota Probolinggo Hj. Rukmini, S.H, M.Si. Upacara juga  dihadiri anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kota Probolinggo, sejumlah pejabat TNI/Polri, sipil di Boyolali. Sementara peserta upacara berasal dari berbagai elemen seperti ASN, TNI, Polri, dan pelajar.

Kepada tim Tribratanews, Kapolresta mengungkapkan dalam amanatnya, inspektur upacara mengungkapkan bahwa setiap tahun pada tanggal 10 Nopember, bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan untuk mengenang peristiwa pertempuran di Surabaya pada 73 tahun silam. Di bulan Nopember ingatan kolektif bangsa akan tertuju pada keberanian, semangat pantang menyerah serta pengorbanan tanpa pamrih para pahlawan yang telah gugur mendahului kita. Kapolresta juga mengatakan peringatan Hari Pahlawan bukan semata sebuah acara namun harus sarat makna, bukan hanya sebagai prosesi namun substansi setiap peringatan Hari Pahlawan harus dapat menggali dan memunculkan semangat baru dalam implementasi nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pada hakekatnya setiap perjuangan pasti ada hasilnya namun tidak ada kata akhir/berhenti untuk berjuang. Setiap etape perjuangan berlanjut pada etape perjuangan berikutnya sesuai tuntutan lingkungan strategis”, Ucap Kapolresta kepada tim.

Disela susunan kegiatan upacara dilakukan pemberian trofi piala penghargaan kepada lurah yang memenangkan kebersihan tingkat kelurahan se-kota probolinggo.



Bantu Perkuat Ekonomi Bangsa, Kapolres Ajak Anggota Pakai LPG Non Subsidi



Sebagai warga negara yang baik, sudah menjadi kewajiban untuk bisa membantu memperkuat dan membangun perekonomiaan bangsa. Salah satunya, seperti yang dilakukan oleh Jajaran Polresta Probolinggo pada senin pagi, (12/11/18) ini. Dipimpin langsung oleh Kapolresta Probolinggo AKBP Alfian Nurrizal S.H, S.I.K, M.Hum, jajaran Polresta Probolinggo melaksanakan kegiatan Gerakan Polisi Gunakan LPG non subsidi guna memperkuat perekonomian bangsa. Kegiatan yang berlangsung di lapangan apel mapolresta ini dihadiri oleh PJU polres Probolinggo kota, SE Pertamina regional 5 ( Bpk. Ancala),Agen LPG PT. Putra Sudirja jaya ( Ibu. Maria ), Pihak SPBE PT. Sumber gas Inti Utama ( Sdr. Diminati), Pihak SPBE PT. Bumi permata indah (Sdr. Alfian) serta 200 anggota polres Probolinggo kota.

Dalam sambutannya, kapolres mengatakan bahwa LPG 3 kg memang diperuntukkan untuk masyarakat menengah kebawah atau masyarakat yang tidak mampu. Kapolresta juga mengungkapkan anggota Polri sudah mendapatkan gaji dan tunjangan kinerja yang cukup besar dari pemerintah dan oleh sebab itu, anggota jajaran Polresta yang masih menggunakan tabung gas subsidi akan segera diganti menjadi tabung gas non-subsidi.

“Jajaran kami berupaya mengganti pemakaian tabung gas Elpiji 3 kilogram dengan tabung gas non subsidi, karena menilai kuota untuk tabung gas tersebut merupakan jatah untuk kalangan warga tidak mampu. Mereka beralih menggunakan Bright Gas 5,5 kilogram.,” Ucap kapolresta.

Ancala Ega menambahkan, Bright Gas menawarkan berbagai kelebihan bagi konsumen yakni, regulator menggunakan katup pengaman ganda yang mengadopsi teknologi Double Spindle Valve System (DSVS) sehingga 2 kali lebih aman dalam mencegah kebocoran pada kepala tabung.

Selain itu, fitur keamanan diperkuat dengan adanya tambahan segel resmi Pertamina yang dilengkapi dengan hologram fitur OCS (Optical Color Switch) yang telah memperoleh paten dan tidak dapat dipalsukan, serta lebih nyaman dengan layanan antar ke rumah.

"Kami berupaya memperluas jaringan pemasaran sehingga masyarakat semakin mudah mendapatkan elpiji non subsidi. Dengan begitu, tidak perlu belajar ragu lagi untuk beralih dari elpiji subsidi ke non subsidi," ungkapnya

Sinergi dukungan terhadap penggunaan elpiji non subsidi bagi Polisi ini ditandai dengan penandatanganan dan penukaran tabung Bright Gas 5,5 Kg kepada 412 personil.


Sambut Hari Pahlawan, Wakapolres Ikuti Kegiatan Ziarah Nasional


Sambut hari pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November 2018, Jajaran Polresta Probolinggo mengikuti kegiatan ziarah nasional dan rangka memperingati hari Pahlawan tahun 2018, senin pagi(12/11/18). Bertempat di taman makam pahlawan Kota Probolinggo, kegiatan ini dihadiri oleh dr. H. Bambang Agus (Sekda Kota Probolinggo), Letkol Kav Depri Rio Saransi, S.Sos, M.M (Dandim 0820/Probolinggo), Kompol Imam Pauji, SH (Wakapolres Probolinggo Kota), Martiul, SH (Kajari Probolinggo), PJU Polresta Probolinggo, Para pimpinan OPD Pemkot Probolinggo serta peserta upacara yang berasal dari instansi dan siswa – siswi.

Kepada tim Tribratanews, Wakapolresta Probolinggo Kompol Imam Pauji mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur dalam upaya merebut kemerdekaan negara Indonesia. Waka juga menambahkan, mengisi kemerdekaan  yang telah diraih oleh pahlawan dengan berbagai macam kegiatan yang positif adalah tanggung jawab bersama para generasi penerus bangsa.

"Hal ini dimaksudkan agar kita sebagai generasi penerus paham dengan sejarah dan selalu menghargai jasa para pahlawan dan menjadikan semangatnya sebagai panutan dalam meneruskan perjuangan mengisi kemerdekaan," Ucap Waka





Tanggapi Laporan Warga, Polisi Berikan Pendampingan Terhadap Siswa Yang Bermasalah


Berbagai bentuk kenakalan remaja memang harus terus diantisipasi untuk menjaga para generasi muda agar tidak terjerumus kedalam hal yang bisa merusak masa depan mereka. Jajaran Polsek Mayangan pada jumat, (09/11/18) mendatangi SMPN 3  Kota Probolinggo karena mendapati laporan dari warga tentang adanya salah satu siswa mereka yang dipaksa “ngelem” oleh sekumpulan anak Punk. Menindak lanjuti informasi tersebut, Unit Binmas  dan Unit Intelkam Polsek Mayangan segera  melaksanakan koordinasi dengan Kepala sekolah dan Guru BK SMPN 3 kota Probolinggo.

Iptu Juminem Kanit Binmas Polsek Mayangan mengungkapkan bahwa benar ada salah satu siswa dari SMKN 3 yang dipaksa “ngelem” dengan sekumpulan anak punk  dengan ancaman jika tidak mau akan dipukuli oleh anak punk tersebut, Kanit binmas juga menceritakan bahwa “A” siswa yang dipaksan “ngelem” bersama tersebut berkenalan “D” yang merupakan salah satu anggota anak punk di sekitar  RS. Wonolangan. Kanit Binmas juga mengatakan bahwa “A”  juga sering dipalak atau dimintai uang oleh anak-anak punk tersebut. kalau tidak menuruti “A” diancam akan di pukuli.

“Akan kami berikan penyuluhan dan pembinaan terhadap siswa “A” agar kedepan tidak melaksanakan kegiatan yang bisa merusak masa depannya,” Ucap kanit binmas

Kepala sekolah Bpk. Sumantri, Spd, Mpd membenarkan bahwa salah seorang siswanya kelas atas nama “A” telah  di paksa menghirup lem Fox (ngelem) oleh sekumpulan anak punk. Kasek juga menambahkan salah satu guru ( Ibu Martin ) mengetahui saat siswa “A” mengkonsumsi lem di sawah belakang sekolah kemudian menyampaikan kepada guru BK  dan pihak sekolah mengundang wali murid dari siswa “A” untuk datang ke sekolah.  Dari pihak orang tua siswa,  diperoleh informasi bahwa siswa “A” pernah tidak pulang  sampai 3  hari dimungkinkan dipaksa bergabung menemani anak – anak punk tersebut.

“Sekira Satu bulan yang lalu siswa “A” pada  saat pulang sekolah lewat sawah belakang SMPN 3 di hadang oleh sekumpulan anak – anak  punk -+10 orang pada saat ngelem dan disuruh berjaga apabila ada orang lewat”, Ucap Kasek.