Senin, 21 Oktober 2019

Ps. Panit Binmas Polsek Mayangan Berikan Materi "Tibmas" Pada Anggota Saka Bhayangkara


Pramuka Saka Bhayangkara Polsek Mayangan pada hari sabtu (19/10/19) melaksanakan kegiatan latihan rutin Kepramukaan  bulan Oktober 2019 di Mako Polsek Mayangan. Latihan rutin tersebut diikuti oleh para adik-adik Pramuka Saka Bhayangkara Polsek Mayangan dan dibawah bimbingan Instruktur Saka Bhayangkara Polsek Mayangan yaitu Ps. Panit Binmas Polsek Mayangan Aiptu Gatot Ary, S.H.

Pada kesempatan latihan kali ini, materi yang disampaikan oleh PS Panit Binmas adalah tentang Ketertiban Masyarakat, Tertib Lalu lintas dan Peraturan Baris-berbaris (PBB) latian kali ini juga diberuntukan pelantikan bantara Polsek Mayangan bulan Oktober 2019. Jadi tampak adik-adik Pramuka Saka Bhayangkara Polsek Mayangan sangat antusias mengikuti latihan tersebut.

Ps. Panit Binmas menuturkan bahwa menjadi anggota saka bhayangkara harus bisa memberikan contoh kepada lingkungan sekitarnya. Pada kesempatan itu juga Ps. Panit Binmas juga menjelaskan bahwa seorang saka Bhayangkara juga harus bisa membantu tugas kepolisian dalam menjaga situasi kamtibmas di lingkungan sekitar mereka tinggal dengan selalu memberikan informasi kepada kepolisian apabila ada hal yang mengganggu.

“Kegiatan Saka Bhayangkara kami harapkan bisa memberikan dampak positif kepada para generasi muda yang ikut dalam kegiatan tersebut”, Ucap Ps. Panit Binmas Polsek Mayangan.

Ditemui di Mapolsek Mayangan, Kapolsek Mayangan Kompol Ahmad Firman W, S.E., S.H. mengungkapkan bahwa kegiatan pelatihan saka bhayangkara telah secara rutin dilaksanakan oleh jajaran binmas polsek sebagai bentuk kepedulian jajaran polsek terhadap para generasi muda yang ada di wilayah hukum Polsek Mayangan.

"Untuk diketahui bahwa, pada setiap hari Sabtu dilaksanakan kegiatan latihan rutin bagi adik-adik yang tergabung di dalam Pramuka Saka Bhayangkara Polsek Mayangan yang merupakan binaan dari Unit Binmas Polsek Mayangan." Terang Kapolsek.

Gara - Gara Miras, Pemuda Ini Bacok Temannya Hingga Meninggal


Misteri tentang sesosok mayat yang ditemukan warga di sebuah kolam pemandian di daerah Kareng Lor Kota Probolinggo akhirnya terungkap. Polisi bergerak cepat untuk mengungkap kasus pembunuhan pada “MD”, warga RT 4/RW 1, Kelurahan Kareng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo. Kurang dari 24 jam Satreskrim Polres Probolinggo Kota (Polresta) berhasil mengamankan  tersangka yang melakukan pembacokan kepada korban hingga korban tewas.

Adalah “RE”,remaja berusia 19 tahun yang beralamat di Jl. Kelengkeng Blok Kongsi Kel. Wonoasih Kec. Wonoasih Kota Probolinggo, yang ditunjukkan kepada para awak media pada saat pelaksanaan kegiatan konferensi pers yang dilakukan oleh Polres Probolinggo Kota pada Senin, (21/10/19) pagi di Mapolres.

Dalam kegiatan tersebut, Wakapolres Probolinggo Kota Kompol Imam Pauji S.H menjelaskan kepada para awak media bahwa kejadian tersebut berawal ketika korban bersama dengan beberapa temannya yaitu “RE”, “B”, “MA”, “T”, “D”, “MR”, “DS”, “S” dan “R” serta pacar “S”  sedang melaksanakan pesta miras di area pemandian kotak / pemandian Ardi Jl. Prof. Hamka Kel. Wonoasih Kec. Wonoasih Kota. Probolinggo. Sekira jam 5 sore, minuman yang mereka gunakan untuk pesta miras telah habis, dan pada saat akan pulang korban ingin beli miras lagi karena merasa belum puas. Namun keinginan korban nampaknya tidak sama dengan temannya “S” dan menyebabkan perselisihan antara korban dan temannya “S”.

“Jadi tersangka ini sebenarnya ingin melerai perselisihan yang terjadi antara korban dan “S”. Tersangka bahkan juga mengamankan celurit yang ada pada “S” pada saat melerai perselisihan tersebut. Namun pada saat melerai, korban justru emosi kepada tersangka dan memukul tersangka. Tersangka yang juga sedang berada di dalam pengaruh miras langsung emosi ketika menerima perlakuan tersebut dari korban dan tersangka langsung membacok pinggang kiri korban dengan menggunakan clurit yang diamankan tersangka dari “S”.” Ucap Wakapolres.

Wakapolres juga menyebutkan, selain mengamankan tersangka, jajaran satreskrim polres juga berhasil mengamankan barang bukti berupa satu buah celurit, satu buah sepeda motor Yamaha vixion milik korban dan beberapa barang milik tersangka dan korban.

“Atas tindak pidana yang telah dilakukan oleh tersangka, kami akan kenakan pasal 338 sub 351 ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.” Tegas Kompol Imam.


Gunakan Peci Dan Sarung Saat Turlalin, Kasat : Bentuk Penghormatan Kami Pada Para Santri


Anggota Satuan Lalu Lintas Polres Probolinggo Kota melaksanakan pengaturan lalu lintas dengan mengenakan atribut ala santri, Senin (21/10/19) pagi. Selain seragam dinas, anggota juga nampak mengenakan sorban dan peci. Hal itu merupakan bagian jajaran Polres Probolinggo Kota yang memperingati Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh pada 22 Oktober 2019.

Kasat Lantas Polres Probolinggo Kota AKP Tavip Haryanto mengatakan, meski mengekan sorban dan peci, namun dipastikan tidak mengganggu kinerja anggota saat bertugas. Malahan, kata dia, dengan sorban dan peci, anggota nampak gagah saat mengatur arus lalu lintas.

“Selain atensi pimpinan, anggota yang bertugas di lapangan yang memakai sorban dan peci ala santri adalah bentuk penghormatan kami kepada kalangan pondok pesantren, yakni kiai dan santri,” ujarnya.

AKP Tavip juga menambahkan, anggota Satlantas yang mengenakan atribut santri bukan hanya yang bertugas di lapangan. Anggota yang bertugas di bagian pelayanan pun turut menggunakan busana ala santri.

“Di bagian pengurusan SIM dan pelayanan, hari ini kompak bersorban dan peci. Untuk polwan berkerudung atau busana muslimah,” ungkapnya.

Kasat juga berharap, nilai-nilai yang melekat pada santri dapat menyerap ke jajarannya. Dengan demikian, kata dia, usaha revolusi mental di institusi Polri diharapkan dapat berjalan dengan baik karena didorong semangat kemandirian dan kejujuran santri.

“Petugas yang di lapangan dapat saja tersulut emosi karena lelah atau kepanasan, namun semoga nilai santri yang mengutamakan kesabaran dan kesantunan dapat menyerap sehingga pelayanan yang kami berikan semakin humanis,” tandasnya. 


Peringati Hari Santri, Polisi Gunakan Peci Dan Surban Pada Saat Apel


Kapolres Probolinggo Kota AKBP Ambariyadi Wijaya S.I.K, S.H, M.H,  mempunyai cara tersendiri untuk memperingati Hari Santri Nasional ke 5 tahun 2019, tanggal 22 Oktober. Kapolres memberikan instruksi kepada seluruh anggota jajarannya untuk mengikuti apel dengan mengenakan sarung dan peci. Hal itu dilakukan sebagai bentuk apresiasi kepada santri.

"Meski begitu, dipastikan sarung dan peci tidak mengurangi atau mengganggu semangat pelayanan dan tugas,” ujarnya, Senin (21/10/19) pagi.

Kapolres juga menjelaskan, untuk para anggota Polwan mengenakan kain yang dikerudungkan dan diselempangkan ke pundak. Hal ini membuat suasana di Mapolresta lebih berbeda. Kapolres juga menyampaikan, sarung dan peci identik dengan keseharian kaum santri. Selain itu, sarung dan peci juga memiliki filosofi kesederhanaan dan kesamarataan.

"Saat menggunakan sarung dan peci semua menjadi sama. Tidak ada yang lebih jumawa karena sarung dan peci lambang kepasrahan saat beribadah kepada Tuhan," kata AKBP Ambar.

Sikap Polres  yang tampil berbeda tersebut menuai pujian dari masyarakat.

"Tampil beda, biasanya kan tidak seperti ini atau pakai topi polisi. Tapi katanya ini memperingati Hari Santri, jadi lebih adem," kata Surya, salah seorang warga yang datang ke Polres untuk membuat SKCK. 



Kapolres Hadiri Kegiatan Parade 4.880 Bendera Merah Putih Di Gunung Bromo


Polda Jawa Timur menggelar Parade Merah Putih di empat titik di wilayah Jawa Timur sebagai bentuk apresiasi dan merayakan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Salah satunya, mengambil tempat di taman nasional Gunung Bromo. Ada sekitar 4.800 bendera merah putih yang dikibarkan dari berbagai sudut di salah satu gunung yang menjadi ikon Jawa Timur yaitu Gunung Bromo, Probolinggo, Minggu (20/10/19) pagi.

Selain di Gunung Bromo, parade merah putih ini juga digelar serentak di 4 titik destinasi Jawa Timur, yaitu Jembatan Suramadu Surabaya, Jalan Polisi Istimewa Surabaya dan Kawah Ijen Bondowoso. Tetapi kegiatan di kawah Ijen batal karena kebakaran Gunung Ranti.

Dalam parade di Gunung Bromo ini Jajaran Polres Probolinggo Kota yang dipimpin oleh Kapolres AKBP Abmbariyadi Wijaya S.I.K, S.H, M.H beserta PJU dan warga kota Probolinggo juga turut hadir dan meramaikan kegiatan tersebut.

Kapolres mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat Jawa Timur pada umumnya dan Kota Probolinggo pada khususnya untuk menjaga keamanan kondusifitas. Serta bersama-sama menyukseskan pelantikan presiden dan wakil presiden periode 2019-2024.

“Keamanan dan kebersamaan di lingkungan Jatim harus terjaga. Agar masyarakat selalu terus merasa nyaman, aman dan bisa menjalankan aktifitasnya seperti biasa,” jelas Kapolres.

Kapolres juga menyebutkan, parade merah putih sengaja dipusatkan di Gunung Bromo karena selain menjadi ikon Jatim dan wisata internasional, kegiatan ini juga untuk mengkampanyekan dan mengajak seluruh masyarakat dan wisatawan untuk menjaga ibu pertiwi.

“Khususnya Kota Probolinggo yang tinggal di sekitar Gunung Bromo, untuk ikut andil jogo Jawa Timur dan menyukseskan pelantikan presiden dan wakil presiden. Mari semua masyarakat, Jogo Jatim dan Jogo Indonesia,” jelas AKBP Ambar..