Selasa, 22 Mei 2018

Terduga Pelaku Terorisme Kelima Dibekuk Tim Gabungan di Kota Probolinggo


Upaya untuk memberantas jaringan terorisme di wilayah Probolinggo terus dilakukan oleh Tim Densus 88 dan Tim gabungan jajaran Polresta dan Polres Probolinggo. Selasa pagi, (22/05/18) Densus beserta tim gabungan kembali menggerebek sebuah rumah di dusun Siwalan Desa Kedungdalem kecamatan Dringu.

Kapolresta Probolinggo, AKBP Alfian Nurrizal S.H, S.I.K, M.Hum di hadapan awak media mengungkapkan bahwa tim densus AT/88 beserta jajarannya pada Senin malam telah mengamankan seorang terduga teroris  yang berinisial “ALH” . Dari kediaman teroris kelima yang ditangkap di Probolinggo ini, polisi menyita sejumlah barang bukti. Diantaranya satu unit laptop, smartphone, sangkur, teropong, avo meter, amunisi senapan angin, kabel dan beberapa barang lainnya.

“Jajaran kami memback up tim densus 88. Jadi kegiatan penggeledahan di rumah ini merupakan pengembangan penangkapan tadi malam, yaitu seorang terduga teroris di Jalan Brantas Kec. Kademangan Kota Probolinggo. Dalam penangkapan tersebut, kami juga mengamankan beberapa barang bukti”, Ucap Kapolresta.

Seperti diberitakan, sebelumnya tim densus dan jajaran Polresta Probolinggo telah berhasil mengamankan empat terduga teroris berinisial “MF”, “IS”, “HA” dan “AP” di Perum Sumber Taman Indah pada kamis dinihari, (17/05/18) dan jumat, (18/05/18).

Hingga saat ini, pihak Densus 88 dan Polresta Probolinggo, masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut. Pihak kepolisian mengimbau agar warga tetap tenang dan tidak mudah mempercayai berita bohong yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.

Rakor UPP Saber Pungli, Wakapolres Tekankan Sektor Pelayanan Publik


Polresta Probolinggo selasa pagi, (22/05/18), menjadi tuan rumah dalam kegiatan Rapat koordinasi evaluasi hasil kegiatan tahun 2017 dan penyusunan rengiat tahun 2018 UPP Saber Pungli Kota Probolinggo. Bertempat di ruang Rupatama Sanika Satyawada, kegiatan tersebut dihadiri oleh Walikota Probolinggo Hj. Rukmini S.H M.Si, Wakapolres Kompol Djumadi S.H, serta Ketua dan anggota Pokja Pencegahan, Intelijen, Penindakan dan Yustisi sebanyak 50 orang.

Wakapolresta Probolinggo, dalam sambutannya mengungkapkan Dalam kegiatan rakor kali ini agar para anggota UPP Saber Pungli bisa meningkatkan kinerja masing - masing Pokja sehingga dapat diketahui perencanaan dan hasilnya. Waka juga menyampaikan bahwa tempat pelayanan publik agar selalu di evaluasi sebab di pelayanan tersebut cukup rawan terjadinya pungli.

“Tahun ini agar bisa ditingkatkan lagi kinerja masing – masing Pokja. Kita tetapkan target, kalau bisa mencapai target ya Alhamdulillah, kalau tidak bisa ya diupayakan agar tercapai secara maksimal”, Ucap Waka.

Walikota Probolinggo Hj. Rukmini S.H M.Si mengungkapkan agar pengawasan kepada setiap pelayanan publik yang dilakukan oleh masing-masing pokja harus ditingkatkan agar semua sektor pelayanan publik bisa menekan angka terjadinya pungli. Jika semua sektor yang terkait dengan pelayanan publik bisa meminimalisir angka terjadinya pungli, tentunya bisa membuat masyarakat Kota Probolinggo akan semakin mudah dalam mendapatkan semua akses pelayan yang mereka inginkan.

“Agar selalu diperbaiki segala bentuk pelayanan publik karena untuk meminalisir atau meniadakan segala bentuk pungli kepada masyarakat”, Ucap Walikota.

Kegiatan diakhiri dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan diskusi masing – masing pokja untuk menyusun rengiat tahun 2018.

Sabtu, 19 Mei 2018

Kunjungi Keluarga Terduga Teroris, Kapolresta Berharap Mereka Kembali Berbaur Dengan Masyarakat


Ada berbagai macam upaya Polri untuk berusaha memberantas paham radikalisme dan teroris yang ada di negara ini. Salah satunya, seperti yang dilakukan oleh Kapolresta Probolinggo AKBP Alfian Nurrizal pada sabtu sore (19/05/18 ). Bersama dengan Ketua MUI, perwakilan GP Anshor, Tokoh Agama dan perangkat desa setempat, Kapolresta mengunjungi dan melakukan silaturahmi ke istri terduga teroris “AP” dan “H” yang bertempat di Perum Sumber Taman Indah Kota Probolinggo.

"Dalam menjalankan fungsi keseimbangan polri, yang profesional dan humanis, Polri harus bisa melaksanakan tugas secara tepat dan proporsional. Di satu sisi tetap menjaga tupoksi menjaga keamanan dan memberantas terorisme, tapi di sisi lain juga juga memberi perhatian sekaligus berupaya menyadarkan istri, anak, keluarga dan masyarakat di lingkungan para terduga teroris. Karena bagaimanapun juga, mereka juga merupakan bagian dari warga Kota Probolinggo yang berhak mendapatkan perlindungan, pengayoman dan pelayanan dari Polri", jelasnya.

Kapolres juga menambahkan, dengan memberi perhatian dan tali asih kepada keluarga terduga teroris, semoga bisa menjadi harapan baru bagi para keluarga terduga teroris, agar mereka bisa kembali menjadi bagian dari masyarakat Indonesia yang heterogen, berbeda – beda tapi tetap saling menghormati dan toleran.

“Tali asih pada keluarga terduga Teroris juga salah satu mekanisme pendekatan Radikalisasi. Ini merupakan upaya dari Polri agar keluarga para terduga teroris bisa sadar dan bisa menjalani kehidupan secara normal, berbaur dengan warga masyarakat sekitar”, tambah alumni Akpol 2000 ini.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, kemarin Polri kembali mengamankan 4 (empat) terduga teroris dari Perum STI dengan sejumlah barang bukti yang diduga kuat akan digunakan untuk kegiatan “amaliyah” kepada institusi Polri.

Pesan Berantai Melalui WhatsApp Terkait Sasaran Teroris itu Hoax


Muncul pesan berantai yang tersebar melalui aplikasi WhatsApp untuk menghindari tempat keramaian karena disasar teroris, Pasca penangkapan empat terduga terorisme di Probolinggo oleh Densus 88 bersama Polresta Probolinggo.

“Rek untuk sementara ojok ng tempat2 keramaian...istri teroris seng ng sumber taman ws buat pengakuan...tujuan ledakan di kds...kantor polisi..sinter..gm. Dan bjbr..mohon konco2 ati2 yo..”

(Rek, sementara jangan ke tempat-tempat keramaian...istri teroris yang di Sumber Taman sudah buat pengakuan. Tujuan ledakan di KDS, kantor polisi, sinter, GM dan BJBR. Mohon teman-teman hati-hati ya, Red).

Kapolresta Probolinggo AKBP Alfian Nurrizal S.H, S.I.K, M.Hum di depan media, Sabtu (19/05/18) menyebut bahwa pesan tersebut adalah HOAX alias bohong. Kapolres juga meminta masyarakat tetap waspada namun juga meminta warga masyarakat jangan gampang percaya terhadap suatu berita yang beredar tanpa jelas darimana sumber tersebut. Kapolres juga berharap, sebelum menshare suatu berita, ada baiknya berita tersebut di cek dan ricek terlebih dahulu sebelum menimbulkan hoax yang dapat meresahkan warga masyarakat.

"Tidak ada statemen seperti itu. Itu jelas Hoax / Bohong. Jangan gampang percaya terhadap suatu berita yang sumber informasinya tidak jelas. Mari bersama – sama kita ciptakan situasi Kota Probolinggo yang kondusif dan aman," ujarnya.

Sampai saat ini, empat terduga terorisme sudah diamankan Densus 88 dan Polresta Probolinggo di Perumahan Sumber Taman Indah (STI), Kelurahan Sumber Taman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo.

Kembangkan Jaringan Teror, Polisi Amankan Satu Orang Dan Sejumlah Bahan Peledak


Penangkapan terhadap terduga terorisme terus dilakukan. Densus 88/AT menangkap terduga teroris AP di rumah kontrakannya di Perumahan Sumber Taman Indah Kota Probolinggo, Jumat (18/5/2018). Terduga teroris AP dan barang bukti sitaan akhirnya dibawa ke Polda Jatim. Dibantu jajaran Polresta Probolinggo, penggeledahan dilakukan untuk mencari barang bukti di rumah kontrakan tersebut.

Usai penggeledahan di rumah kontrakan, Tim gabungan melanjutkan penggeledahan di rumah orang tua AP di Desa Sumber Kedawung, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo. Disana, petugas menyita bahan peledak dan puluhan butir amunisi. Bahan peledak itu belum sempat dirakit menjadi bom rakitan oleh terduga pelaku.

Dengan disaksikan pihak keluarga dan ketua RT setempat, Sugianto, Tim Densus 88/AT melakukan penggerebekan di rumah orang tua terduga teroris AP di. Dalam penggeledahan di rumah masa kecil AP itu, tim Jihandak dari Polda Jawa Timur, mengamankan sejumlah barang bukti.

Barang bukti itu adalah 4 kaleng berisi flash powder seberat 300 gram dan senapan angin. Kemudian amunisi sebanyak kaliber 5,5 sebanyak 60 butir, 2 jerigen berisi cairan kimia HCl (hidrogen klorida) dan H2O2 (hidrogen peroksida). Ada juga sebuah bendera warna hitam khas ISIS, buku panduan jihad dari Al-Qaeda dan dan sebuah pedang.

Tim Jihandak memastikan barang bukti flash powder atau serbuk hitam yang ditemukan di rumah pasutri Slamet dan Tumi itu, merupakan bahan baku pembuatan bom yang mempunya daya ledak tinggi. Semua barang bukti dibungkus dalam kardus air mineral dan dibawa ke Mapolda Jawa Timur.

“Ya, itu yang ditemukan akan dikaitan dengan sebuah chasing untuk dimasukkan sebagai bahan peledak. Ya tentunya ada sasaran yang akan dilakukan peledakan karena kita dapatkan bahan kimia yag tadi disebutkan ada benda cair H2O2, HCl dan serbuk yaitu flash powder. Tidak ada elektronik disini, elektronik hanya ditemukan di Sumber Taman,” terang Kapolresta Probolinggo, AKBP Alfian Nurrizal.

Sementara orang tua dan sejumlah kerabat, terlihat berbicang di rumah orang tua AP yang digaris polisi oleh petugas. Mereka sebenarnya sudah tahu aktivitas AP dan melarang keras.

“Sudah dilarang, keluarga tidak mau semua. Termasuk juga dengan warga. Dia sudah diingatkan untuk tidak ikut-ikutan itu,” kata Endang, tetangga depan rumah orangtua AP.

Dalam dua titik pengerebekan, polisi menangkap AP yang diduga kuat teribat dalam serangkaian bom bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo pekan lalu. Tim Densus 88/AT hingga kini masih mengembangkan keterlibatan jaringan ini di Probolinggo.