Kamis, 01 Februari 2018

Jambret Spesialis Korban Wanita Berhasil Diringkus Polisi

Kejadian jambret dengan sasaran korban wanita akhir-akhir ini cukup meresahkan warga Kota Probolinggo. Salah satunya, karena mereka sering asyik dengan gadget saat berkendara di jalanan.
 
Kapolresta Probolinggo, AKBP Alfian Nurrizal, SH, S.IK, M.Hum mengungkapkan, dari beberapa kejadian, sasaran utama kejahatan tersebut adalah wanita. Komplotan jambret dan begal, perempuan menjadik sasaran empuk mereka, lantaran kerap asyik sendiri dengan gadgetnya. Tak hanya itu, mereka seringkali menggunakan perhiasan yang mencolok saat mengendarai kendaraan. “Dari keterangan para pelaku, sasarannya sama, perempuan,” ujarnya Kamis (1/2/2018).

Kondisi itulah yang sering kali dijadikan kesempatan, salah satunya oleh komplotan Munip cs, yang berhasil digulung oleh Satreskrim Polresta Probolinggo. Diketahui, kelompok yang terdiri dari Munip, Samsul Hadi, Muhammad Fandi, dan Edy Junaedy itu, acapkali mengincar kaum hawa. Komplotan yang diamankan, kata Alfian, merupakan residivis jambret dan pencurian kendaraan bermotor. Dari tangan mereka, polisi mengamankan barang bukti yang diamankan, dua unit smartphone, dua unit motor sport milik pelaku, dan satu unit motor matic milik korban.

“Saat ini, para pelaku tengah menjalani proses hukum sesuai aturan yang berlaku. Sementara polisi, masih terus menyelidiki kemungkinan keterkaitan pelaku dengan komplotan lain. Dimana para pelaku, punya peran masing-masing,” tutur pria asal Sumenep Madura ini.

Kapolres menjelaskan, saat beraksi ada pelaku yang menunggu di atas kendaraan. Juga ada yang melakukan eksekusi pengambilan kendaraan. Sementara untuk jambret, ada yang bertugas mengemudi motor, dan yang membonceng dibelakangnya, merampas handphone milik korban.


“Kami menghimbau, agar para kaum perempuan tidak menggunakan handphone saat berkendara. Hal semacam itulah, yang menjadi incaran para pelaku kejahatan. Untuk itu, masyarakat agar selalu waspada. Tidak peduli perempuan maupun laki-laki, kewaspadaan harus selalu ditingkatkan,” tandas Alumnus Akpol 2000 ini.

Rabu, 31 Januari 2018

Fenomena Super Blue Blood Moon, Polresta Gelar Sholat Gerhana Bulan

Gerhana bulan total atau "Super Blue Blood Moon" atau "Supermoon" yang terjadi tanggal 31 Januari 2018 merupakan fenomena langka karena akan terulang 36 tahun untuk wilayah Indonesia (30-31 Desember 1982).
 
Terkait momentum Gerhana Bulan Total, Polresta Probolinggo menggelar shalat gerhana bulan di halaman Mapolresta Probolinggo. Ibadah tersebut diikuti oleh ratusan anggota Kepolisian dan keluarganya serta warga sekitar Mapolres.
 
Gus Lubab, Wakil Rais Syuriah PCNU Kota Probolinggo yang didapuk sebagai Imam dan Khatib menjelaskan bahwa shalat gerhana bulan hukumnya sunnah muakkad.  Terdiri dari dua rakaat, tiap-tiap rakaat dua kali ruku, dua kali membaca Al fatiha, dan surah pilihan, serta dua kali sujud. Setelah shalat, diakhiri salam dilanjutkan dengan pembacaan khutbah shalat gerhana yang merupakan sunnah bagi jamaah untuk mendengarkannya.
"Karena ini sunnah, mulai dari shalat sampai khutbahnya juga disunnahkan untuk didengarkan sampai selesai," katanya.
 
Kapolresta Probolinggo AKBP Alfian Nurrizal, SH, S.IK, M.Hum mengatakan makna menyelenggarakan shalat gerhana adalah sebagai ucapan syukur dan mengagungkan kekuasaan Allah SWT.

Selasa, 30 Januari 2018

Misteri Pembuangan Bayi di Kademangan Berhasil Terungkap

Polresta Probolinggo tidak membutuhkan waktu lama untuk mengungkap kasus pembuangan bayi perempuan yang menggegerkan warga Kota Probolinggo. Senin malam, Polsek Kademangan berhasil mengungkap ibu dari bayi perempuan tersebut.
 
KNL (26 Th), warga Jl. Merbabu III Rt.06/Rw.03 Kel.Triwung Lor Kec.Kademangan Kota Probolinggo merupakan ibu dari bayi tersebut. KNL yang awalnya tidak mengakui bayi tersebut akhirnya tidak bisa berkutik setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas kesehatan yang mana ditemukan tanda – tanda nifas (usai melahirkan).
 
KNL saat diwawancara menjelaskan bahwa tidak ada niatan untuk membuang bayi tersebut. Rencananya bayi tersebut akan diberikan kepada tetangganya yang belum memiliki keturunan. Namun usai mengetuk rumah tetangganya sebanyak 3 (tiga) kali tidak juga dibukakan pintu, tiba-tiba KNL dipanggil oleh orang tuanya yang sedang sakit sehingga dengan terburu-buru bayi tersebut langsung ditinggalkan begitu saja di depan rumah tetangganya.
 
Kapolresta Probolinggo AKBP Alfian Nurrizal, SH, S.IK, M.Hum menjelaskan di hadapan media bahwa saat ini tengah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, Selasa (30/01/2018).
 

“Dari keterangan KNL, ayah bayi tersebut kabur ke Papua usai mengetahui kehamilan dari KNL. Untuk sementara bayi tersebut dirawat oleh salah satu Bidan setempat, sedangkan terhadap KNL masih akan didalami dan diperiksa lebih lanjut sambil menunggu kondisi fisiknya pulih kembali”, jelasnya.

Jumat, 26 Januari 2018

Warga Desa Binaan Meninggal, Bhabinkamtibmas Ta'ziah Dan Bantu Penyeberangan

Bhabinkamtibmas Desa Pesisir Kecamatan Sumberasih Kabulpaten Probolinggo Bripka Eko Arisandi sebenarnya hendak kembali ke kantornya Polsek Sumberasih dari kegiatan sambang desa, niat itu diurungkan lantaran perangkat desa Pesisir Sdr. Haris menelephone dan sampaikan ada warga meninggal. Tak menunggu perintah lagi, Bripka Eko, demikian sehari-hari polisi murah senyum itu dipanggil, langsung menuju rumah duka yang berada di tepi jalan pantura desa Pesisir. Karena kondisi pemakaman yang berada di seberang jalan dan padatnya arus lalu-lintas, maka diperlukan pengamanan jalur lintasan jalan tersebut.
 
Disampaikan Kades Pesisir Sdr. Moch. Rofi'i melalui perangkat desa Sdr. Haris, kehadiran Negara memang diperlukan di tengah masyarakat, terutama ketika adanya kegiatan-kegiatan yang banyak dihadiri warga. Tak hanya hiburan saja, ketika ada orang yang meninggal dunia, apalagi saat ini rumah duka ada di pinggir jalan raya pantura, kehadiran Negara sangat dirasa manfaatnya. Demikian pula yang telah dilakukan Pak Eko ini. Kami pihak desa Pesisir sangat berterimakasih dengan kehadirannya. Dan perlu diketahui, bahwa sebenarnya Pak Eko ini sebelumnya juga sering ta'ziah dan bantu apa bila ada warga meninggal.
 
Selain dari pihak desa Pesisir, keluarga bapak Samsudin (50) yang sedang berduka atas meninggalnya istri tercinta SAUDA (48) juga mengucapkan terimakasih atas bantuan Bhabinkamtibmas tersebut. “Kami ucapkan terimakasih banyak pada pak Eko, sudah sudi datang dan bantu sebrangkan pada waktu pemakaman”.

Ternyata memang bukan sekali ini saja petugas tersebut datang ta'ziah dan bantu warga yang sedang berduka. Dituturkan Bripka Eko, bahwa sebelum-sebelumnya juga sudah sering datang berta'ziah dan bantu pemakaman.

'Jadi memang saya sehari-hari bertugas selaku Bhabinkamtibmas desa Pesisir, prinsip saya sebagaimana pesan ibu saya tercinta, le lek eneng wog susah ojo nunggu diundang tapi kudu tetep teko, nanging yen eneng wong seneng-seneng yen kowe ora diundang ojo teko (nak kalau ada orang susah tidak perlu menunggu diberitahu kamu harus datang membantu, tapi bila ada orang bersenang-senang/pesta dan kamu tidak diundang maka jangan datang). Semoga saja saya bisa membawa manfaat bagi desa binaan saya”, tutur Bripka Eko.

Bahu Membahu Tambal Lubang di Jalan

Musim Penghujan yang melanda Probolinggo rupanya berpengaruh terhadap jalan aspal di perlintasan Kereta Api Curahtulis. Nampak lubang mengaga di sela sela aspal dan besi rel kereta.

Menyikapi hal tersebut, Aiptu Slamet Jazuli tidak tinggal diam. Jumat (26-01-2017) langsung melakukan penambalan lubang jalan tersebut.

“Hal ini dilakukan guna menekan kecelakaan yang kerap terjadi di rel KA Curahtulis karena pada saat musim hujan, selain licin, para pengendara juga kerap terjatuh karena masalah lubang yang tidak terlihat”, jelas polisi ini.

Didampingi dengan petugas jaga perlintasan Rel KA dan masyarakat sekitar, Aiptu Slamet Jazuli langsung melaksanakan penambalan jalan tersebut dengan campuran pasir dan Semen.

"Terima kasih kepada bapak Aiptu Slamet yang sudah peduli. Kepedulian kecil seperti ini sangat kami apresiasi", ucap Petugas Rel KA Curahtulis.