Sabtu, 14 Juli 2018

Pasca Melahirkan, Wakapolres dan Polwan Besuk "SF" di RSUD



Polresta Probolinggo terus memantau dan memonitor keadaan dari “SF” Pasca proses kelahiran anak ke enamnya pada hari jumat,(13/07/18). Sabtu siang,(14/07/18) Wakapolresta Probolinggo bersama dengan perwira dan polwan jajaran Polresta menjenguk dan memberikan bingkisan untuk  “SF” yang masih menjalani perawatan pasca melahirkan di RSUD Dr. Saleh Kota Probolinggo.  

Wakapolresta Probolinggo Kompol Djumadi S.H mengungkapkan kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian jajaran Polri terhadap istri tersangka teroris setelah menjalani proses kelahiran pada hari jumat, (13/07/18). Waka juga mengatakan “SF” juga merupakan warga kota Probolinggo yang mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan warga masyarakat lainnya. Oleh karena hal itu, jajaran Polresta akan senantiasa terus memberikan perhatian kepada warga masyarakat yang membutuhkan pertolongan dan kehadiran polri.

“ Kami ucapkan selamat kepada ibu “SF” yang pada hari kemarin sudah melahirkan seorang bayi laki – laki yang sehat. Semoga kedepan bisa menjadi anak yang soleh dan berbakti kepada kedua orang tuanya”, Ucap Waka.

“SF”, istri tersangka teroris mengungkapkan rasa terima kasihnya yang sangat mendalam kepada jajaran kepolisian atas bantuan, perhatian serta kepedulian yang sudah diberikan oleh polisi kepada dirinya dan keluarga.

“Terima kasih pak polisi”, Ucap “SF”

Di akhir kegiatan para polwan juga menyerahkan bingkisan berupa perlengkapan bayi dan kebutuhan ibu selama dalam perawatan pasca melahirkan dari Kapolres Probolinggo Kota sebagai bentuk perhatian Polres Probolinggo Kota kepada istri terduga teroris tersebut.

Jumat, 13 Juli 2018

Hendak Melahirkan, Polisi Bantu Rujuk Istri Tersangka Teroris ke RSUD



Pendekatan secara humanis selalu diupayakan oleh Kapolresta Probolinggo terhadap penanganan untuk keluarga para terduga teroris. Kamis siang, (12/07/18) mendapat kabar bahwa salah satu istri terduga teroris, “SF”, 31th, yang sedang hamil 9 bulan akan segera melaksanakan persalinan anak ke-enamnya dan membutuhkan rujukan ke rumah sakit, dengan gerak cepat, unit Dokkes Polresta Probolinggo yang dipimpin langsung oleh Kapolresta Probolinggo AKBP Alfian Nurrizal S.H, S.I.K,M.Hum langsung mendatangi tempat bidan Susiani yang beralamat di Jl. Letjen Sutoyo Gg. Leo Tisnonegaran Kanigaran, tempat dimana istri tersangka teroris atas nama “ A” yang beralamat di Perum Sumber Taman Indah Kelurahan Sumber taman Kec. Wonoasih Kota Probolinggo akan melaksanakan proses persalinan dan membutuhkan kendaraan ambulance untuk melaksanakan rujukan ke rumah sakit.

Hal tersebut berawal ketika istri teduga teroris hendak melakukan persalinan di bidan Susiani secara normal. Namun, karena tensi dari “SF”  tinggi, maka bidan menganjurkan untuk segera rujuk ke RS. Dr. Saleh.

Kapolresta Probolinggo mengungkapkan bahwa Jajaran Polresta akan senantiasa selalu melaksanakan pendekatan secara kekeluargaan terhadap istri terduga teroris sebagai salah satu proses deradikalisasi agar para istri tersebut tidak merasa terkucil di Kota Probolinggo. Kapolresta juga menyampaikan bahwa istri tersangka teroris tersebut juga merupakan warga kota Probolinggo dan memiliki hak yang sama dengan warga lainnya yaitu mendapatkan pelayanan dari kepolisian.

“Kami akan terus berupaya membantu selama kami bisa memberikan bantuan terhadap para terduga teroris sebagai salah cara deradikalisasi yang kami lakukan untuk memberantas paham radikal yang ada di Kota Probolinggo ini”. Ucap Kapolres.

Jajaran Polresta Probolinggo memberikan fasilitas ambulance beserta dengan bidan dari tim Dokkes Polresta Probolingga kepada istri tersangka teroris ini untuk membantu dan mendampingi proses persalinan agar bisa berjalan dengan normal mengingat anak yang pertama sampai dengan anak ke lima mengalami proses persalinan secara normal.




Kamis, 12 Juli 2018

Antisipasi Laka Di Perlintasan Kereta, Kanit Lantas Beri Himbauan Kepada Warga


Antisipasi adanya warga yang tertabrak kereta api yang ada di persimpangan rel tanpa palang pintu, Kanit Lantas Polsek Tongas Bripka Breni Raharjo S.H melaksanakan pengamanan sekaligus memberikan himbauan kepada para warga yang hendak melewati persimpangan tersebut agar selalu berhati – hati dan mengutamakan keselamatan.

Kepada tim, Kanit Lantas menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran warga kecamatan Tongas agar lebih berhati – hati dan meningkatkan kewaspadaan apabila hendak menyeberang di perlintasan rel kereta api tanpa palang pintu. Kanit lantas juga menyampaikan kepada warga yang bertugas sebagai penjaga rel kereta tanpa perlintasan agar apabila dari jauh sudah melihat kereta api mendekat, agar lebih baik langsung memberhentikan semua kendaraan yang akan melintas guna antisipasi agar tidak terjadi hal – hal yang tidak diinginkan.

“Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian jajaran Polsek Tongas untuk warga dan sebagai salah satu cara untuk mengurangi angka korban laka kereta api agar tidak meningkat karena banyaknya warga masyarakat yang  kurang berhati – hati pada saat melintasi perlintasan”, Ucap Bripka Breni.

Roni, salah satu warga yang sedang melintas menyampaikan pada awalnya dirinya dan teman – temannya mengira kalau ada kegiatan operasi yang dilakukan oleh polisi. Namun, setelah mendekat, ternyata pak polisi malah memberikan himbauan tentang cara agar berhati – hati pada saat melintasi perlintasan.

“Terima kasih pak polisi atas kegiatan ini, minimal kami jadi paham bagaimana cara mengantisipasi agar tidak tertabrak kereta pada saat melintasi perlintasan yang tanpa palang”, Ucap Roni.





Warga Binaannya Meninggal, Bhabinkamtibmas Bantu Warga Angkat Jenazah Almarhum Ke Kuburan



Bhabinkamtibmas merupakan salah satu bagian dari Kepolisian yang salah satu tugasnya untuk bisa selalu dekat dan menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat. Bhabin juga harus selalu siap hadir apabila di desa / kelurahan binaannya ada warga yang mengalami sebuah musibah atau masalah. Hal inilah yang terlihat ketika kamis pagi, (12/07/18) Bhabinkamtibmas Triwung Lor Brigpol Beni Windu S.H yang langsung melaksanakan takziah dan bersama – sama dengan warga mengangkat jenazah warga binaannya ketika bhabinkamtibmas mendengar info tentang adanya warga binaannya yang meninggal dunia.

Brigpol Beni menyampaikan bahwa warganya yang meninggal merupakan salah satu ketua Rt. 01 Rw. 02 yang beralamatkan Jl.  Merapi rt. 01 rw. 02 kel.  Triwung lor yang meninggal dikarenakan sakit. Brigpol Beni juga menyampaikan bahwa hal ini dilakukan sebagai wujud kepedulian bhabinkamtibmas dengan warga binaan yang selama ini, antara bhabin dan warga sudah terjali tali silaturahmi yang cukup erat.

“Almarhum mengalami sakit jantung semenjak sebelum puasa hingga sekarang, bahkan kaki bapak sampai ali mengalami bengkak, sekira pukul 02.00 wib td dini hari bpk ali akhirnya dinyatakan meninggal dunia dan dimakamkan jam 07.30 wib pagi ini”, Cerita Bhabinkamtibmas.

Jajaran Bhabinkamtibmas Polresta Probolinggo memang selalu berusaha untuk bisa dekat dan akrab dengan seluruh elemen masyarakat. Sesuai dengan instruksi dari Kapolresta Probolinggo AKBP Alfian Nurrizal S.H, S.I.K, M.Hum yang memerintahkan agar seluruh bhabinkamtibmas di jajaran Polresta Probolinggo aar pro aktif kepada masyarakat dalam mendengar semua permasalahan yang ada di desa / kelurahan binaannya.


Jadi Narasumber, Kanit Bintibmas Tekankan Pentingnya Peran Masyarakat Untuk Cegah Paham Radikal



Rabu malam, (12/07/18) Sat Binmas Polresta Probolinggo kembali mendapatkan undangan dari LPM untuk menjadi Narasumber giat Binluh   yang kali ini bertemakan “Bahaya Faham Radikalisme Dan Terorisme Dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa Dan Bernegara”, kepada tokoh masyakat, tokoh agama dan masyarakat se- Kel. Kebonsari kulon. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kel. Kebonsari Kulon tersebut dihadiri oleh Camat Kanigaran Bpk. Budi, Ketua LPM Bpk. Jaka, Lurah Kebonsari Wetan Bpk. Gatot, Ps Kanit Bintibmas Aiptu Gatot, Babinsa/Bhabinkamtibmas kebonsari kulon, Rt dan Rw se - Kel. Kebonsari kulon beserta masyarakat kurang lebih 40 sampai 60 orang.

Kanit Bintibmas Polresta Probolinggo, Aiptu Gatot Ari Suseno dalam kesempatan ini mengungkapkan tentang betapa pentingnya kepedulian masyarakat terhadap situasi sekitar lingkungannya untuk mencegah paham radikalisme masuk dan berkembang di sekita kita. Kanit Bintibmas juga menyampaikan agar apabila warga masyarakat mendapati seseorang yang mencurigakan dan jarang sekali bersosialisasi dengan warga sekitar, bisa secara langsung melaporkan kepada bhabimkamtibmas atau polsek setempat.

“Tanpa bantuan dari warga, tentunya pihak kepolisian juga akan kesulitan untuk mendeteksi adanya paham radikalisma di sekitar kita. Oleh karena itu, kami berharap, mari bersama – sama peduli tentang lingkungan sekitar kita agar apabila ada hal yang mencurigakan, bisa langsung ditindaklanjuti”, Ucap Kanit

Lurah Kebonsari Kulon, Gatot menyampaikan bahwa untuk mengantisipasi paham radikal bukan hanya tanggung jawab dari pihak kepolisian saja, melainkan merupakan tanggung jawab semua warga masyarakat. Lurah juga mengajak warganya untuk saling bahu – membahu untuk secara bersama – sama mencegah paham radikal agar tidak masuk dan berkembang di wilayah setempat.

“Jika ada warga yang jarang keluar rumah dan terlihat mencurigakan, langsung saja bisa dilaporkan kepada kami. Akan kami tindak lanjuti dengan mengajak [ihak yang berwajib untuk melaksanakan pengecekan”, Ucap Lurah.