Minggu, 24 Juni 2018

Jelang Pelaksanaan Pilkada Serentak, Kapolres Cek Kelengkapan Dan Kesiapan Anggota


Seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan Pilkada 2018 dilakukan pengecekan dalam gelar pasukan Operasi Mantap Praja Semeru 2018 di halaman Mapolresta Probolinggo, minggu pagi (26/06/18)

Kapolresta Probolinggo AKBP Alfian Nurrizal S.H, S.I.K, M.Hum mengatakan, Polresta Probolinggo melakukan pengecekan seluruh personel untuk memastikan semuanya siap saat melaksanakan tugas pengamanan Pilkada 2018. Kapolres juga mengungkapkan dalan kegiatan ini juga dibagikan buku saku sebagai panduan anggota Polri yang ada di lapangan sebagai pedoman untuk melaksanakan tugas pengamana Pilkada serentak 2018.

"Lakukan yang terbaik untuk mengamankan kegiatan Pilkda serentak ini. Tingkatkan kewaspadaan pada saat berada di lapangan. Jaga keselamatan dan jangan lupa disertai dengan doa agar kegiatan Pilkada serentak di Kota Probolinggi ini bisa berjalan dengan aman dan lancar," ujar AKBP Alfian.

Kepada tim, Kapolresta Probolinggo juga menyampaikan   bahwa jajaran Polresta juga sudah sejak dini melakukan antisipasi agar pelanggaran di media sosial bisa ditekan. “Kampanye hitam dan mendeskreditkan calon tertentu atau kelompok tertentu harus dihilangkan minimal bisa diminimalisir pelanggarannya. Kami akan kerahkan unit cybertroops untuk penanganan hal itu dan tentunya juga berkoordinasi dengan pimpinan di atas," lanjutnya.

Polresta Probolinggo menurunkan hampir seluruh anggotanya dalam kegiatan pengamanan Pilkada Serentak di wilayah hukum Polresta Probolinggo. Hal ini merupakan sebagai bentuk jajaran Polresta Probolinggo untuk berupaya agar situasi kamtibmas di wilayah hukum Probolinggo agar tetap kondusif menjelang, pada saat dan pasca pelaksanaan pilkada serentak 2018.



Asyik Nge - Lem, 6 Bocah ABG Di Gerebek Sat. Sabhara Polresta


Enam Anak Baru Gede (ABG) di Kelurahan Mayangan, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo digerebek oleh anggota Sat. Sabhara Polresta Probolinggo  saat sedang asyik menghirup lem di sebuah bangunan kososng di jalan Ikan Paus, Jum’at (22/6/18) sore. Dari 6 ABG ini, seluruhnya masih duduk dibangku sekolah.

Aksi hirup lem massal ini dilakukan setelah para bocah di bawah umur itu karena mereka sudah kecanduan zat adiktif yang terkandung dalam bahan lem. Tujuannya, agar si penghirup lem teler layaknya mengkonsumsi narkoba.

Warga sekitar Arianto (45), salah satu warga setempat mengaku bahwa anak-anak itu memang sering hirup lem di lokasi sekitar. “Mereka sering nge-lem mas, sudahh ditegur warga tapi tetap saja membandel,” ujar Arianto.

Sementara Kasat Sabhara Polresta Probolinggo, AKP Hermawan mengatakan bahwa pihaknya menggerebek 6 ABG itu setelah mendapatkan informasi dari warga sekitar. Begitu mendapat laporan, ia langsung mengerahkan anggota untuk mengamankan para pelaku.

“Saat kita gerebek, mereka tengah menghirup lem dan sebuah sirup obat batuk. Kemudian kita amankan berikut barang buktinya, berupa dua kaleng lem, dua sachet sirup obat batuk dan plastik yang digunakan sebagai alat hirup,” jegas Hermawan.

Selanjutnya, ke-enam ABG itu dibawa ke Polresta Probolinggo. Namun karena seluruhnya masih dibawah umur, pihak kepolisian hanya memberikan pembinaan dilengkapi surat pernyataan yang ditanda tangani oleh orang tua masing-masing.

“Kita bina agar perbuatan itu tidak mereka ulangi,” tandas Hermawan.




Didampingi Kapolresta Dan Ka Lapas, Napiter Lakukan Sujud Syukur Di Hari Kebebasannya


Arief Susanto (34), seorang narapidana teroris (napiter) jaringan Santoso, dinyatakan bebas murni, Minggu (24/6/18). Sujud syukur, tandai kebebasannya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kota Probolinggo.

Sujud syukur atas kebebasannya itu, ketika gerbang Lapas Kelas IIB Kota Probolinggo dibuka. Wajahnya sumringah. Arif berstatus bebas murni, karena sudah menjalani masa tahanan selama empat tahun penjara. Selanjutnya ia akan ke kampung halamannya di Tanah Lunto, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Kepada sejumlah wartawan, Arief mengaku kangen dengan keluarga besar di kampung halamannya, yang tak bisa dijumpai dalam waktu cukup lama. Ia akan mengurus dua anak dan istri yang telah ditinggal selama empat tahun.

“Yang penting saya pulang dulu, dan fokus untuk mengurus anak istri saya. Saya berharap bisa kembali diterima di tengah-tengah masyarakat umum, seperti sebelumnya,” ungkap Arief, Minggu (24/6/2018).

Menurut Kapolresta Probolinggo AKBP Alfian Nurrizal menyampaikan, selama menjalani hukuman, Arief menunjukkan itikad baik dan kooperatif. Ia pun berbaur dan berinteraksi dengan seluruh napi di dalam lapas. Kapolresta juga mengungkapkan bahwa ini merupakan upaya de-radikalisasi yang dilakukan oleh Polri terhadap semua napiter yang selesai menjalani masa hukuman agar tidak kembali masuk dan terlibat di dalam jaringan terorisme pada saat kembali ke kampung halamannya.

“Kami ucapkan selamat bertemu kembali dengan keluarga kepada Arif. Semoga ke depan, bisa melakukan kegiatan yang benar – benar positif demi kesejahteraan keluarga,” ujar Kapolres.

AKBP Alfian juga berharap agar warga masyarakat di akmpung halamannya bisa menerima kembali Arif untuk berbaur dalam kehidupan sehari – hari karena yang bersangkutan sudah menjalani hukuman atas perbuatannya di masa lampau.

Sebagai informasi, Arief ditangkap Densus 88 Antiteror karena berkaitan dengan aksi teroris kelompok Santoso asal Poso Sulawesi Tengah. Dia sempat ditahan di Mako Brimob Kelapa Dua Jakarta, selama sekitar dua tahun. Selanjutnya, Arief dikirim ke Lapas Kelas IIB Kota Probolinggo dan menjalani sisa dua tahun terakhir.

Selesai Jalani Hukuman, Kapolres Antar Dan Kawal Napiter Pulang Ke Kampung Halaman


Kapolresta Probolinggo pada minggu pagi, (24/06/18) mendatangi Lapas kelas 2 Kota Probolinggo untuk mengawal dan mengantar seorang napiter yang sudah menjalani dan menyelesaikan masa hukuman, atas kasus terorisme di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas 2 B Probolinggo asal Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah.

Adalah Arif Susanto (34), napi terorisme yang bebas pada Minggu pagi. Arif mendekam selama 4 tahun, di LP Probolinggo. Ia sendiri berdomisili di Tanahlunto, Poso, Sulawesi Tengah.

Penyerahan surat bebas murni, diserahkan langsung oleh Kalapas Yundi Suyandi dan disaksikan oleh Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal.

Kapolresta Probolinggo AKBP Alfian Nurrizal SH, S.I.K, M.Hum mengungkapkan harapannya agar Arif bisa menjalani kehidupan yang baru setelah kembali kepada keluarganya di Sulawesi Tengah. Kapolresta juga menyampaikan ini merupakan salah satu cara dan upaya yang dilakukan Polri untuk men deradikalisasi para napiter agar tidak kembali masuk dan terlibat jaringan teroris pada saat kembali ke kampung halamannya di Sulawesi.

“Atas bebasnya Arif kami memfasilitasi dan tentunya kami kawal. Kami juga mengantar sampai Arif tiba di kampung halamannya di Tanahlunto Poso,” ujar Alfian.

Sementara itu, Arif mengaku senang bisa menghirup udara bebas, serta bersyukur atas kebebasannya. Setelah pulang, ia akan fokus mengurus anak dan istri, yang ia tinggal selepas masuk sel tahanan. Arif juga mengatakan akan memulai kehidupan yang baru dan tidak akan terpengaruh dan masuk ke dalam jaringan terorisme lagi.
“Alhamdulillah senang sekali, saya langsung akan temui anak istri di kampung, mengurusi mereka,” kata bapak dengan 2 anak ini.

Sebagai informasi, Arif Susanto ditangkap satgas Tinombala, karena terlibat dengan jaringan terorisme kelompok Santoso di Poso. Ia sebelumnya mendekam di Mako Brimob selama 2 tahun lalu dilimpahkan ke Lapas Probolinggo dengan masa hukuman 2 tahun.



Jumat, 22 Juni 2018

Sebuah Mobil Tiba - Tiba Mogok Di Depan Pos, Polisi Langsung Bantu Dorong


Arus balik masih tampak ramai meski lebaran sudah berjaan 8 hari. Hal tersebut tampak terpantau dari pos pengamanan Panglima Sudirman atau tepatnya depan kantor Pemkot Probolinggo. Baik kendaraan roda empat maupun roda dua terlihat melintas kearah timur. Begitu pula para petugas jaga pos pam baik dari Kepolisian, TNI, Dishub, Pol PP dan Dinas Kesehatan masih tetap siaga dan siap melayani para pengguna jalan bila memerlukan bantuan.

Arus lalu-lintas yang sebelumnya tampak padat namun lancar tiba-tiba berhenti sama sekali. Petugas yang memantau arus lalu-lintas, dari jauh melihat tangan melambai-lambai dari dalam sebuah mobil yang berhenti di tengah jalan sehingga akibatkan kendaraan dibelakangnya juga ikut tidak bergerak. Tampak seorang petugas mendatangi kendaraan tersebut dan ternyata mobil mati mesin. Tanpa pikir panjang, anggota lain yang ada di dalam pos pam serentak mendatangi mobil tersebut dan ramai-ramai mendorong mobil sampai ke pinggir. Arus lalu-lintas kembali normal.

Dikatakan AKP Dwi Cahyo, Ka pos pam Panglima Sudirman kepada wartawan Tri Brata news,"benar mas arusnya sudah lancar lagi sekarang. Tadi memang sempat ada mobil mogok sehingga kendaraan-kendaraan di belakangnya jadi ikut berhenti. Mobil kami dorong untul menepi biar arus ancar kembali".

Ketika ditanya, pengemudi mobil yang mogok tersebut mengatakan kalau mobilnya ada masalah pada radiator, sehingga mobil terlalu panas dan tiba-tiba mati. "Kami terimakasih pada bapak-bapak polisi yang bantu dorong kendaraan kami. Juga minta maaf pada pengguna jalan lain bila tadi sempat tersendat perjalanan karena mobil kami mogok". Ucap Rudi, pengemudi asal Pasuruan yang mengatakan akan menuju Banyuwangi.

Demi kelancaran dan kenyamanan pengguna jalan, Polres Probolinggo Kota dan instansi terkait yang sedang siaga, siap memberikan pelayanan prima. Buah tomat buah rambutan, semoga selamat sampai tujuan.