Rabu, 01 Maret 2017

Hindari Pengeroyokan, Unit Intelkam Mediasi Kasus Perselingkuhan

 
Kemarin (28/2)  pukul 09.00 WIB Unit Intelkam Polres Probolinggo Kota melaksanakan upaya penggalangan terhadap kedua belah pihak terkait masalah perselingkuhan yang terjadi di Jalan Lumba-lumba, Kelurahan Mayangan, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. STN (44) pegawai swasta warga Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo menemukan istrinya berselingkuh dengan ANG (47) seorang satpam warga Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo. 
Kejadian ini berawal ketika pada hari Kamis (23/2) pukul 23.00 WIB  ANG dan JTL yang merupakan istri dari STN sedang berduaan di sebuah rumah milik Sumirah yang beralamat di jalan Ikan Tongkol, Kelurahan dan Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo. STN menyadari istrinya bersama dengan ANG pada pukul 03.00 WIB. Mengetahui hal tersebut ia marah dan mengusir istrinya dari rumah.

Adik STN yang mengetahui kejadian tersebut langsung mengabari saudara dan teman-temannya yang berasal dari Kabupaten Pasuruan untuk memberi pelajaran kepada ANG. Pada hari Minggu  pukul 22.30 WIB di sebuah Perusahaan Garmen Jalan Ahmad Yani tempat ANG bekerja, SDR yang merupakan adik dari STN beserta keluarga dan teman-temannya  menunggu di depan perusahaan tersebut guna memberi pelajaran. Namun, ANG mengetahui hal tersebut dan tidak berani keluar. Unit Intelkam mengetahui hal tersebut dan segera datang guna menghindari pengeroyokan dan menyelesaikan permasalahan tersebut.

Unit Intelkam melakukan koordinasi dengan Ketua RT Jalan Lumba-lumba dan berkomunikasi dengan kedua belah pihak hingga menghasilkan surat pernyataan yang berisi, bahwa STN tidak akan menuntut ANG melalui jalur hukum dan menyelesaikan secara kekeluargaan. Tetapi ANG harus menikahi JLT yang merupakan istri dari STN dan mengurus surat perceraian terlebih dahulu. ANG juga dimintai sanggup menafkahi anak adopsi dari pasangan STN dan JLT.

Setelah kedua belah pihak menandatangani surat pernyataan tersebut mereka diminta untuk tidak saling dendam dan menghindari perbuatan tindak pidana. Sementara itu Unit Intelkam dan Bhabinkamtibmas tetap melakukan monitoring terhadap permasalahan tersebut.