Minggu, 19 Maret 2017

Kepala BPNT Didaulat Menjadi Imam Sholat Ashar di Lamongan

Segala upaya dilakukan oleh pemerintah dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk menetralisir paham-paham radikal melalui pendekatan interdisipliner, seperti hukum, psikologi, agama, ekonomi, pendidikan, kemanusiaan dan sosial-budaya. Program deradikalisasi sangat penting untuk mencegah eks terpidana teroris kembali melakukan hal yang sama. Pendampingan dari pemerintah untuk program deradikalisasi harus dilakukan sebagai dukungan moril. Langkah pemerintah dan BNPT dengan merangkul para mantan kombatan untuk membantu program deradikalisasi juga cukup efektif, karena seseorang yang telah terdoktrin ideologi kekerasan akan sulit didekati oleh orang di luar kelompok mereka.

Seperti yang dilakukan oleh Kepala BNPT Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, MH dan Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol Gatot Subroto melaksanakan kunjungan Di Rumah Ustadz Ali Fauzi (Peneliti Bom dan Pengamat Teroris) Desa Tenggulun Kecamatan Solokuro Kabupaten Lamongan. Selain didampingi oleh jajaran Polres Lamongan, hadir juga Ustadz Khozin (Pengasuh Ponpes Al Islam Tenggulun) dan Ustadz Sumarno (Pengasuh Ponpes Al Islam Tenggulun). (08/03/17)

Kedatangan Kepala BNPT tersebut untuk meninjau lokasi rencana pembangunan Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) di lokasi yang berada di belakang Masjid Baitul Mutaqin (samping kediaman Ustadz Ali Fauzi) yang nantinya akan digunakan untuk aktifitas ibadah warga sekitar. Respon warga sekitar sangat bagus. Adalah momen yang sangat mengharukan sekaligus  menunjukkan penghargaan yang tinggi ketika Kepala BNPT Komjen Pol Drs. Suhardi Aliaus, SH, MH didaulat untuk menjadi imam sholat ashar sedangkan para makmum sholat adalah mantan & keluarga mantan teroris, hal ini menunjukkan kepercayaan yang sudah pulih antara pemerintah yang diwakili BNPT dengan berhasil merebut hati mereka.

Setelah melaksanakan sholat Ashar berjamaah, Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, MH dan rombongan melaksanakan ramah tamah di kediaman Ustadz Ali Fauzi yang mana merupakan adik kandung dari Amrozi dan Ali Imron. Usai ramah tamah, rombongan langsung bertolak ke Surabaya.