Kamis, 30 Maret 2017

Selama 21 hari, Polres Probolinggo Kota Berikan Teguran Sebanyak 2.454 Kali

Operasi Simpatik Semeru 2017 sudah berakhir, Selasa (21/3) lalu. Kapolres Probolinggo Kota melalui Wakapolres Kompol Djumadi, SH menjelaskan, pelaksanaan Operasi tahun 2017 ini lebih mengutamakan edukasi terhadap masyarakat dengan mengedepankan Satgas Preemtif dan Satgas Preventif bersama Stakeholder terkait lainnya. “Berbagai program yang humanis diprioritaskan, untuk menyentuh berbagai lapisan masyarakat pemakai jalan, terutama di kalangan pelajar dan anak sekolah sebagai salah satu cara meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mematuhi peraturan tata tertib dan sopan santun berlalu lintas,” katanya.

Dari catatan Satuan Lalu Lintas Polres Probolinggo Kota, selama 21 hari operasi, telah terjadi 2.454 teguran kepada pengendara dengan rincian 2310 kali kepada pengendara roda dua dan 144 kali kepada pengendara roda empat atau lebih. Selain itu Polres Probolinggo Kota telah melakukan kegiatan penyuluhan kepada masyarakat dan pelajar sebanyak 370 kali, penyebaran spanduk sebanyak 80 kali dan program Nasional Keselamatan Lalu Lintas sebanyak 64 kali. Teguran memang tidak berupa tilang. Karena tujuannya memang untuk memberikan edukasi pada masyarakat untuk lebih tertib berlalu lintas. Melengkapi surat kendaraan dan kelengkapan berkendara," terang Kasat Lantas Polres Probolinggo Kota, AKP Samsul Hadi, Rabu (30/3) kemarin.

Dominasi pelanggaran lebih banyak ke roda dua. Kebanyakan karena tidak memakai helm dan melawan arus. Fokus juga lebih diutamakan ke kawasan sekolah. Pihaknya sudah bekerja sama dengan pihak sekolah, dengan melarang pelajar yang belum memiliki surat izin mengemudi (SIM) untuk tidak membawa kendaraan ke sekolah.

"Jika ada pelajar yang melanggar, kami akan kirim surat teguran ke sekolah dan orang tua. Ini bentuk kontrol agar sekolah dan orang tua lebih mengawasi anaknya dalam berkendara. Sudah kami lakukan sosialisasi ke mereka,” katanya.

“Dengan selesainya pelaksanaan Operasi Simpatik Semeru 2017, hasil yang sudah dicapai, tetap dapat terjaga. Untuk itu, kami harapkan kesadaran dan kedewasaan masyarakat dapat terus tumbuh dalam mencapai Indonesia Tertib Berlalu Lintas dan Keselamatan Jadi Prioritas Nomor Satu,” tutupnya.