Minggu, 16 April 2017

Wanita Muda Nyaru Petugas Gereja, Tipu Warga Dengan Jual Kupon Sembako Palsu


Perayaan paskah di Gereja Katholik Paroki Maria Bunda Karmel (MBK) Kota Probolinggo terusik dengan ulah seseorang yang mengatasnamakan petugas gereja yang menjual kupon sembako murah.


Awalnya, pada hari sabtu tanggal 15 April 2017 sekira pukul 12.00 wib diperoleh informasi dr Sdr. CAHYO (pengurus Gereja MBK, Jl. Suroyo Kota Probolinggo) terkait adanya penjualan kupon sembako mengatasnamakan Gereja MBK. Security Gereja MBK didatangi 3 orang yang mempertanyakan kupon sembako murah dari Gereja MBK namun karena pihak Gereja MBK tidak pernah mengeluarkan kupon sembako murah. Selain itu pihak Gereja MBK juga mendapat telepon dari warga terkait penjualan kupon sembako murah.



Dari hasil penyelidikan oleh Sat Intelkam, dalam kupon sembako murah tersebut memuat Rp 50.000,- (Beras 25 kg, gula 5 kg, 1 dua mie goreng), tanggal 16 hari minggu, jam 09.00 s/d selesai.

kupon palsu yang dijual oleh pelaku
Romo Hugo Susdianto O.carm selaku Romo Paroki Gereja MBK menjelaskan bahwa pihak Gereja tidak pernah mengeluarkan kupon semacam itu (yang beredar saat ini.red). “Bilamana mengeluarkan, kuponnya tidak seperti itu, karena kupon yang kami bagikan tertulis nama Gereja kami dan terdapat stempel yang asli di dalamnya.” jelasnya.

contoh kupon yang asli
Kabag Ops Polres Probolinggo Kota Kompol Heri Susanto HS, SH yang memimpin pengamanan paskah di Gereja MBK mengatakan bahwa penjualan kupon sembako murah yang mengatasnamakan Gereja MBK tersebut merupakan penipuan yang bertujuan untuk mengambil keuntungan dari moment paskah. Modusnya pelaku berjalan kaki dari kampung ke kampung sambil menawari masyarakat yang berkumpul dengan meninggalkan nomor Handphone sehingga membuat korban percaya.




“Dari hasil penyelidikan anggota kami di lapangan, pelaku adalah seorang wanita muda usia 17-18 Tahun, menggunakan kaos warna biru motif bunga putih kecil2 dan celana jeans 3/4 warna biru, tinggi sekitar 150 cm – 157cm, rambut panjang sepinggul, pakai sandal dan mengaku atas nama nita. Sekitar 10 (sepuluh) korban penipuan beralamat di Jalan Juanda. Mereka membeli kupon tersebut dengan harga Rp. 20.000,- per kupon. Saat ini petugas melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menemukan pelaku tersebut.” Tegasnya.