Minggu, 14 Mei 2017

Kapolres Menjadi Narasumber Dauroh Khazanah Aswaja

Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal, SH. S.IK. M.Hum. hadir dan menjadi narasumber dalam kegiatan “Dauroh Khazanah Aswaja” yang digelar oleh Aswaja Nahdlatul Ulama (NU) Center Kota Proboliggo dengan mengusung tema “Memahami Kebenaran Ajaran Ahlusunnah Wal Jama'ah An - Nahdliyin Dan Peran Polri Dalam Menjaga Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).  Kegiatan tersebut berlangsung di gedung sekretariat pengurus cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di jalan Bengawan Solo Kota Probolinggo Minggu (14/05/2017) 08.00 Wib.

 
Acara tersebut dihadiri oleh KH. Muhammad (Ketua PCNU) KH.Halim (Wakil Ketua PCNU), KH.Nizar Irsyad (Ketua Aswaja Center), KH.Ali Mohtar (DPRD), H.Syamsu Alam (Bendahara MUI), KH.Bisri Nali ( Kathib Syuriah) dan Kapolres Probolinggo Kota yang didampingi oleh Kasat Intelkam Iptu Dartok Darmawan serta dihadiri kurang lebih 100 ustadz dan kyai perwakilan kelurahan sekota Probolinggo.

 
Di awali pembacaan ayat suci Alquran, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan mars Subhanul Wathon Direktur Aswaja Center KH.Nizar Irsyad menyampaikan Dauroh dalam bahasa Arab, adalah seminar. Dalam seminar ini materinya adalah Memahami Kebenaran Ajaran Ahlusunnah Wal Jama'ah An - Nahdliyin yang tertuang dalam buku Khazanah Aswaja yang nantinya akan dibagikan ke seluruh peserta secara gratis.

 
"Saya sangat mengapresiasi Kapolres yang mau datang ke acara ini, dalam konteksnya ulama dan Umaro  harus bersatu menyatu dalam semangat kebersamaan. Kota Probolinggo sejauh ini telah menjadi barometer Aswaja Center kota Probolinggo yang dalam perannya melebihi ekspektasi, sehingga banyak yang ingin melakukan studi banding di sini. Organisasi NU tentang NKRI sudah final. NU adalah jamaah an Nahdliyah yang tidak pernah mengkafir kafirkan  golongan lainnya," Ungkap Ketua PCNU KH.MUhammad.

 
Kapolresta yang menjadi narasumber dalam acara ini, menyampaian Peran Polri dalam aspek kemanan dalam menjaga keutuhan NKRI juga sebagai pilar utama bersama ulama. “Apakah NKRI mempunyai potensi untuk pecah ? Ya, NKRI punya potensi untuk pecah, dan yang perlu diwaspadai perpecahan itu datangnya dari dalam bukan dari luar. Seperti yang sudah diingatkan oleh the founding fathers Soekarno: "Negara Republik Indonesia ini, bukan milik suatu golongan, bukan milik suatu agama, bukan milik suatu suku, bukan milik suatu golongan adat-istiadat, tetapi milik kita semua dari sabang sampai merauke “ tegasnya.

 
"Peran Polri dalam Aspek keamanan dalam menjaga keutuhan NKRI juga sebagai pilar utama bersama ulama. Ulama diakui dalam sejarah dan historisnya berperan mendirikan NKRI. Mengutip dari buku yang dibagikan ke peserta menerangkan tantangan di era mendatang lebih komplek, persatuan menjadi kekuatan utama melawan hegemoni luar. Untuk menjaga stabilitas keamanan juga menjadi penting dengan keamananlah kita semua bisa hidup damai, " pungkasnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar