Jumat, 26 Mei 2017

Pasca Tragedi Teror Bom, Polresta Probolinggo Tetap Laksanakan SOP Pengamanan Gereja

Kamis (25/05/2017) jajaran Polresta Probolinggo tetap melakukan standart operasional prosedur (SOP) pengamanan gereja yaitu melakukan sterilisasi ke sejumlah gereja yang melaksanakan kegiatan dan juga menempatkan personil untuk melakukan penjagaan agar kegiatan berlangsung aman dan damai pasca terjadinya teror bom di kawasan terminal kampung Melayu, Jakarta Timur.

Sterilisasi mengerahkan 1 regu Sabhara, berjumlah 10 personil bersenjata lengkap. Petugas juga menerjunkan k9 atau anjing pelacak, guna menyisir dan memeriksa satu persatu. Tiap bagian bangunan Gereja mulai dari area pelataran parkir, serta mobil pengunjung.

Selain itu, satu – persatu barang bawaan jemaat gereja, yang akan melaksanakan ibadah Misa Kudus, Hari Kenaikan Isa Al – Masih pada 25 Mei, diperiksa petugas menggunakan alat metal detektor.

Sedikitnya, ada 12 gereja yang Disterilisasi petugas, guna menjamin keamanan kegiatan ibadah yang akan dilakukan oleh jemaat Gereja, di kota Probolinggo. 2 diantaranya, merupakan Gereja terbesar daerah setempat, seperti Gereja Katholik Paroki Maria Bunda Karmel, dan Gereja Merah atau GPIB Immanuel.

Giat Sterilisasi, merupakan langkah antisipasi petugas, pasca terjadinya teror bom yang terjadi Rabu malam, yang menelan korban total 15 orang.


“Ini merupakan standart operasional kita dalam pengamanan Gereja, dan sterilisasi dilakukan guna menjamin kemananan dan kelancaran jalannya ibadah jemaat gereja,” terang Kompol Djumadi, Wakapolresta Probolinggo.