Jumat, 02 Juni 2017

Kilas Balik Pancasila, Kapolresta Minta Dukungan Perangi Radikalisme

Memperingati Hari Lahirnya Pancasila yang jatuh pada 01 Juni, Aswaja Nahdlatul Ulama Center (ANUC) kota probolinggo menggelar ‘Kilas Balik Pancasila’ dengan mengusung tema ‘Peran Ulama dan Santri Membangun Negara’. Berlangsung di gedung Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) lantai II, Kamis (01/06/2017) 20.00 WIB.

 
Di hadiri Kapolresta Probolinggo, Kapten Hendarto dari Kodim 0820 Probolinggo, Direktur Aswaja KH. Nizar Irsyad, Pengurus Muhammadiyah, Wakil Ketua DPRD, Tomas, Toga, Santriwan/Santriwati, Pengurus PCNU, MWCNU, PRNU, Bendahara MUI, dan segenap undangan.

 
Dalam sambutannya Kapten Hendarto mengatakan, TNI senantiasa siap mengawal NKRI. Saat ini banyak konflik horizontal dan psywar. “TNI senantiasa siap mengawal NKRI. Saat ini banyak konflik horizontal dan psywar sehingga pengguna medsos perlu cerdas menggunakan media sosial,” katanya.

 
Direktur Aswaja NU Center KH.Nizar Irsyad menyampaikan pancasila merupakan hadiah dari perjuangan ulama dan santri dan serta berbagai elemen bangsa. “Pancasila merupakan hadiah dari perjuangan ulama dan santri dan serta berbagai elemen bangsa,” ujarnya.

 
Kapolresta Probolinggo AKBP Alfian Nurrizal, SH. S.IK. M.Hum. mengatakan medsos sering digunakan sebagai alat untuk tindakan radikalisme. “Perlu ada dukungan semua pihak termasuk peran ulama dalam menangkal radikalisme serta perbuatan atau tindakan yang mengarah ke makar. Kami tidak bisa bekerja sendiri, tentunya berharap dukungan dan bantuan dari para ulama serta masyarakat, ” katanya.


Rizal Mubazzik staf pengajar sebagai Narasumber dalam pemaparannya menjelaskan, betapa kaya indonesia sebagai negara maritim akan tetapi dapat menyatu. “Betapa kaya indonesia sebagai negara maritim akan tetapi dapat menyatu. Cita cita bung karno dapat merajut berbagai pulau sehingga menjadi negara kesatuan NKRI. Konsep pemikiran bung karno terkait bangsa telah mengilhami berdirinya NKRI dan peran ulama dan santri dalam membangun NKRI tak diragukan lagi. Pancasila sebagai lambang negara adalah pemersatu perbedaan yang ada,” pungkasnya.