Selasa, 27 Juni 2017

Momentum Ramadhan, Kapolresta Minta Maaf Kepada Warga Lapas

Moment Ramadhan 1438 H dirayakan oleh semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Kota Probolinggo. Ada sekitar 226 pengunjung yang membesuk ratusan warga binaan di Lapas tersebut (27/06).

 
Moment tersebut dimanfaatkan oleh Kapolresta Probolinggo AKBP Alfian Nurrizal, S.H., S.IK, M.Hum. untuk datang dan berkunjung sambil bersilaturahmi. Selain untuk menandatangani MOU tentang standart pengamanan Lapas, Kapolresta memohon maaf kepada warga binaan atas tindakan kepolisian selama proses penyidikan baik itu penangkapan maupun penahanan.

 
“Saya secara pribadi dan anggota kami mohon dimaafkan apabila selama tindakan kepolisian ada kata-kata maupun perbuatan yang kurang berkenan. Dan disini saya tulus bertanya kepada warga binaan maupun keluarganya yang hadir disini untuk mengeluarkan unek – uneknya, baik itu saran kritik maupun masukan kepada Kepolisian yang nantinya akan berguna agar Kepolisian menjadi baik,” ujar Alumni Akpol 2000 ini.

 
Salah satu Napi bernama Tosan mengatakan status narapidana (Napi) dimata masyarakat identik dengan para pelaku tindak kriminal dan dicap sebagai sampah masyarakat. Pria yang mendapat kunjungan anak istrinya itu, berharap masyarakat mau menerimanya kembali dengan baik. Ia juga berharap, temannya yang sesama pelaku kriminal tak lagi menyeretnya lagi dalam kasus kriminal. “Begitu keluar kami terkendala dengan status sosial. Kami juga berharap tidak diambil kembali setelah keluar. Kami membutuhkan tuntunan dari pak Kapolres dan mohon ke Pemerintah agar mantan narapidana diberikan pekerjaan yang layak,” curhatnya kepada Kapolres.

 
Dalam menanggapi keluhan para napi itu, Kapolesta mengatakan akan mengupayakan kepada Walikota agar mantan Narapidana nantinya diberikan bantuan sehingga dapat hidup secara layak di luar sana dengan ketrampilan yang sudah didapat di Lapas.

 

Sementara itu, Kalapas Probolinggo Iman Purwanto, menjelaskan bahwa MOU tersebut terkait dengan sistem pengamanan Lapas secara terpadu. "Nantinya Petugas Kepolisian akan turut membantu mengamankan Lapas ini bilamana kami membutuhkan personil pengamanan. Selain itu akan ada penyuluhan tentang kesadaran hukum dari Kepolisian agar warga binaan tidak mengulangi perbuatannya lagi," jelasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar