Selasa, 12 September 2017

Sidak Pasien Bayi di RSUD Dr Moch Saleh, Kapolresta Bertemu "Tegar Sumberkare"

Menyikapi terjadinya penelantaran bayi dalam keadaan sakit yang tidak dilayani di rumah sakit, Kapolresta Probolinggo AKBP. Alfian Nurrizal, S.H., S.IK., M.Hum. dan Kepala Dinas Sosial Kota Probolinggo Drs. Zainullah melaksanakan sidak ke RSUD Dr. Moch Saleh Kota Probolinggo.
 
Ditemui oleh Plt Direktur Rumah Sakit drg. Rubiyati M.Mkes, mereka berdua mengunjungi ruang Dahlia yang memang dikhususkan untuk penanganan bayi sakit. Di ruang tersebut, didapati ada 9 (sembilan) bayi yang dalam pengawasan khusus dokter.
 
Rubiyati menjelaskan bahwa dari sembilan bayi tersebut, ada 2 (dua) bayi yang pembiayaannya dari anggaran Kota Probolinggo karena menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), sedangkan 6 (enam) lainnya menggunakan fasilitas BPJS.
 
“Semua pasien yang ada disini termasuk bayi selalu mendapatkan jaminan penanganan dan perawatan dari pihak rumah sakit karena memang kami memiliki anggaran untuk warga yang tidak mampu dengan menggunakan SKTM”, jelasnya.
 
Selain itu, ternyata ada seorang bayi yang rupanya sudah lama berada di ruang dahlia. Terlihat dari bentuk fisik si bayi yang berumur sudah lebih dari 3 bulan. “Ini anak kami bersama pak Kapolres. Namanya “Tegar Sumberkare“, ujar salah satu perawat sambil menunjuk si Bayi tersebut.
 
Diketahui bahwa “Tegar Sumberkare” adalah julukan di Bayi karena Ibu si bayi usai melahirkan sampai dengan detik ini tidak mau untuk mengambil jabang bayinya karena status pernikahannya belum jelas. “Pihak rumah sakit sudah menghubungi orang tua si bayi, baik ayahnya maupun ibunya namun mereka tidak mau untuk mengambil si Tegar. Jadi dengan terpaksa kami akan menyerahkan bayi ini kepada Dinas Sosial yang nantinya akan diserahkan ke Panti Asuhan untuk dirawat”, jelasnya.
 
Mendengar penjelasan tersebut, Kapolresta langsung memutuskan untuk bersama sama Dinas Sosial untuk mengantarkan si Tegar ke Panti Asuhan “Yatim Piatu dan Anak Terlantar Nahdlatul Ulama” Kota Probolinggo.
 

“Kami sudah melakukan pengecekan ke RSUD dan tidak ditemukan adanya penelantaran pasien khususnya bayi. Bahkan perawat disini berpatungan untuk membelikan susu maupun popok bayi untuk Adik Tegar. Semoga nantinya jangan sampai ada kasus penelantaran bayi yang sakit dan tidak mendapatkan perawatan / tindakan medis dari pihak rumah sakit”, tegas Alumnus Akpol 2000 ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar