Rabu, 27 September 2017

Waspadai Gunung Agung, Polresta Probolinggo Ajak Instansi Terkait Cek Kesiapan Sarana Prasarana

Aktifitas Gunung Agung saat ini menjadi perhatian nasional. Bilamana terjadi bencana, dimungkinkan berdampak ke daerah yang lain seperti Probolinggo. Hal ini membuat Kapolresta Probolinggo AKBP. Alfian Nurrizal, S.H., S.IK., M.Hum. mengajak instansi terkait untuk bersama sama membahas antisipasi kemungkinan bencana yang ditimbulkan oleh Gunung Agung.
 
Rabu, tanggal 27 September 2017 bertempat di ruang Eksekutif Polresta Probolinggo hadir perwakilan dari BPBD, Dinas Kesehatan, PMI, Damkar dan Dinas Lingkungan Hidup membahas hal tersebut serta kesiapan masing masing instansi.
 
Kapolresta yang merasakan dampak erupsi gunung Kelud pada tahun 2013 saat menjabat Wakapolres di Kediri menjelaskan bahwa adanya dampak sangat besar pada wilayah sekitar, bahkan dirasakan sampai dengan wilayah Jogjakarta dan Bandung. Hal ini berkaitan dengan kemana arah angin karena pada saat itu Blitar yang paling dekat dampaknya malah tidak begitu besar.
 
Kesiapan Polres Probolinggo Kota terkait antisipasi adanya erupsi Gunung agung Bali, antara lain sudah menyiapkan ± 200 Personil diambil dari Anggota Sabhara, Polsek Jajaran dan anggota Satuan Fungsi Masing-masing yang siap diterjunkan untuk penanganan dampak erupsi gunung agung di Wilayah Hukum Polres Probolinggo Kota. Selain itu sarana dan prasarana Polresta Probolinggo sudah menyiapkan Kendaraan R4 Double Kabin/Strada sebanyak 7 Unit,truk 2 Unit dan 1 kendaraan ambulan yang siap digunakan kapan pun.
 
“ Bahwa dampak dari adanya erupsi gunung meletus tersebut sangat besar seperti abu/debu vulkanik yang terhirup oleh kita akan menyebabkan Ispa yang sangat berbahaya bagi paru-paru, sehingga diharapkan seluruh intansi bisa melakukan kegiatan sesuai tupoksi masing-masing, seperti menyiapkan keperluan/kebutuhan masyarakat yang terkena dampak erupsi gunung agung nantinya antara lain masker dan obat-obatan serta sarana prasarana yang dibutuhkan terkait dampak yang akan timbul bilamana terjadi erupsi Gunung Agung ”, jelasnya.
 
Yudha A selaku perwakilan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Probolinggo juga sudah mempersiapkan stok masker sebanyak 4 ribu dan akan dilakukan penambahan jumlah masker, selain itu BPBD juga telah siapkan 114 paket Kid Box yang berisi keperluan keluarga, sehingga apabila pada saat terjadi dampak erupsi paket kid box dapat digunakan. “ BPBD Kota Probolinggo juga menyiapkan 1 kendaraan Double kabin 1 unit, pick up 1 unit, relawan 40 orang dan 23 orang anggota BPBD yang siap digerakkan/difungsikan kapanpun “ tandasnya.
 
Achmad Choliq dari PMI Kota Probolinggo menjelaskan bahwa PMI telah menyiapkan 4-5 ribu masker yang tersedia di gudang, selain itu juga sudah menyiapkan alat kebersihan berupa skop dan cangkul sebanyak 50 buah, relawan ± 30 orang, 4 dokter dan 4 perawat serta tenda keluarga 4 buah, paket higen kid yang saat ini berada di gudang PMI gresik yang merupakan gudang PMI wilayah indonesia timur dan beberapa hari yang lalu masker sebanyak 120 ribu sudah dikirim ke Bali dalam rangka antisipasi dampak erupsi gunung agung. “ Bahwa saat ini yang stand by sebanyak 250 paket Family Kid yang merupakan peralatan masak dan mandi. Selain itu PMI juga sudah menyiapkan 1 dapur umum yang sekali masak bisa menghasilkan 1000 bungkus nasi “ jelasnya.
 
Madya dari Dinas Kesehatan Kota Probolinggo menyampaikan bahwa dinas kesehatan Kota Probolinggo sudah siap 45.200 masker dan obat-obatan ispa ringan yang masih cukup yang bisa menangani ± 5-10 ribu orang. Selain itu terkait sarana dan prasarana Dinkes juga sudah menyiapkan 6 unit ambulan yang saat ini stand by di masing-masing Puskesmas dan rawat inap 24 jam juga sudah disiapkan yakni di Puskesmas Ketapang dan Wonoasih, serta dokter umum sebanyak 4 orang pada masing-masing Puskesmas. “ Bahwa adanya pengumpulan massa korban erupsi gunung bisa mengakibatkan keracunan makanan dan penyakit campak bagi anak-anak, sehingga vaksin campak dan obat ispa bisa kita mintakan ke Dinkes propinsi Jatim termasuk jumlah masker apabila terjadi kekurangan “, tandasnya.
 
Sunyoto dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Probolinggo menjelaskan kesiapan DLH terkait antisipasi erupsi gunung agung bali, saat ini mempunyai satgas kebersihan 20 orang, 5 unit truk tangki kecil penyiraman. Selain itu DLH juga mempunyai 180 orang tenaga kebersihan yang tersebar di jalan-jalan wilayah Kota Probolinggo dan bisa kapanpun digunakan bila amergancy. Selain itu alat-alat kebersihan juga sudah disiapkan, apabila dibutuhkan tinggal calling/telpon dalam waktu 10 menit sudah ada di lokasi.
 
Puspito dari Damkar/PMK Kota Probolinggo menyampaikan bahwa saat ini PMK sudah siap melaksanakan tugas terkait penanganan dampak erupsi gunung agung dan akan koordiansi dengan DLH untuk melaksanakan penyiraman jalan yang merupakan dampak dari abu erupsi gunung agung, selain itu PMK juga sudah menyiapkan 3 unit kendaraan tangki dengan kapasitas 12 ribu liter air.
 

Usai rapat koordinasi, Kapolresta bersama perwakilan instansi langsung meninjau kesiapan masing masing terkait peralatan maupun obat obatan di tiap instansi yang nantinya akan siap digunakan bilamana terjadi bencana erupsi Gunung Agung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar