Sabtu, 21 Oktober 2017

Peringati Hari Santri, Ratusan Pemuda Ikrar Anti Narkoba

Sejak ditetapkannya tanggal 22 Oktober 2015 sebagai Hari Santri Nasional oleh Pemerintah, di ulang tahun ketiga ini Polres Probolinggo Kota mengadakan kegiatan “Jalan Santai Bersama Santri” yang diikuti oleh ratusan santri dari Pondok Pesantren dan Pelajar Madrasah di Kota Probolinggo, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan jemaat Gereja Khatolik Bunda Maria Carmel.
 
Sebelum kegiatan dimulai, didahui dengan Ikrar Santri Anti Narkoba yang dibaca bersama – sama oleh seluruh santri yang hadir disaksikan oleh Kapolres AKBP Alfian Nurrizal SH, S.IK, M.Hum, Ketua MUI, Wakil Ketua Nahdlatul Ulama, Kemenag dan FKUB. Ikrar tersebut merupakan komitmen santri untuk menjaga Kota Probolinggo bebas dari Narkoba.
 
Untuk memeriahkan acara, rupanya Polres Probolinggo Kota sudah menyiapkan Door Prize berupa Kulkas, Sepeda Gunung dan Hadiah menarik lainnya. Usai sarapan bersama di lapangan apel Mapolres, undian dilakukan yang mana hadiah utama didapat oleh pelajar MTS Negeri Kota Probolinggo.
 
Salah satu acara hiburan yaitu lomba klompen raksasa. Dibutuhkan 4 (empat) orang untuk bersama sama menjalankan klompen tersebut. Han Cen (45) Pengurus Gereja Katolik Bunda Maria Carmel menjadi juara lomba klompen bersama 3 (tiga) santri lainnya. “ Ini adalah salah satu kebersamaan bagi umat beragama tanpa membedakan. Saya merasa terharu dengan kegiatan ini, baru kali ini kami dalam satu acara lomba bersama para santri.” Ungkapnya.
 
Begitu juga Ketua MUI, KH Nizar Irzad af, mengatakan dalam memperingati hari santri ini mengajak untuk menjaga rasa kebersamaan demi NKRI. “Bagaimana santri menjadi panutan di masyarakat. Terutama bagi kaum muda agar bisa terhindar dari hal hal yang tidak diinginkan apalagi sekarang maraknya narkoba.” tuturnya.
 
“Saya juga bertrimakasih atas kehadiran dari pengurus gereja katolik bunda maria carmel, ini menunjukkan kebersamaan demi keutuhan NKRI dan kebersamaan milik smua golongan.” tambahnya.
 
Kapolres mengunggkapkan bahwa acara ini selain memperingati Hari Santri juga bertujuan untuk mempersatukan kerukunan antar umat khususnya masyarakat Kota Probolinggo. “Acara menjelang hari santri 2017 ini melibatkan santri dari ponpes dan madrasah se Kota probolinggo dan FKUB.” jelasnya.
 
“Kami ingin dengan adanya kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan bahaya narkotika di kalangan muda dan pergaulan bebas.” tambahnya lagi.
 

“Kami juga mengundang FKUB, dalam hal ini dari Gereja Khatolik Bunda Maria Carmel Kota Probolinggo, untuk memfasilitasi agar tidak ada sekat antara umat beragama sehingga akan terjalin rasa persatuan dan kesatuan untuk NKRI.” Pungkas Alumnus Akpol 2000 ini.