Jumat, 30 Maret 2018

Dapat Tambahan Personil, Polresta Gelar Pembinaan Tradisi


Upacara Tradisi penyambutan Bintara Diktuk Polri TA. 2017/2018 dilaksanakan di Lapangan apel Mapolresta Probolinggo Kamis (29/3/2018) sekira pukul 07.30 Wib dipimpin oleh Kapolresta Probolinggo AKBP. Alfian Nurrizal S.H, S.I.K, M.Hum dan diikuti oleh seluruh PJU dan anggota Polresta Probolinggo.

Ke empat belas bintara remaja tersebut merupakan lulusan Sekolah Polisi Negara yang lulus tahun 2018 yang telah menempuh pendidikan selama tujuh bulan. Dan ditempatkan di Polresta Probolinggo untuk menjalankan tugas sehari-hari.

Kegiatan Tradisi penyambutan Bintara Remaja Polresta Probolinggo diawali dengan pembacaan amanat Kapolresta Probolinggo yang menyampaikan tentang Reformasi pada aspek struktural dan instrumental telah mengalami perubahan yang signifikan, namun pada aspek kultural belum sesuai dengan harapan, ditandai dengan masih banyaknya komplain masyarakat terhadap sikap, prilaku dan pelayanan Polri yang tidak sesuai dengan ketentuan, baik peraturan disiplin maupun Kode Etik Profesi Polri, serta tidak mencerminkan jati diri insan Bhayangkara.

Pembinaan anggota Polri adalah suatu kegiatan yang telah direncanakan untuk mewujudkan serta guna membentuk karakter dan jati diri anggota Polri seutuhnya dalam rangka mengembangkan pengetahuan, sikap serta meningkatkan kemampuan dan keterampilan Bintara Polri agar memiliki ilmu pengetahuan, keterampilan, moralitas yang di harapkan sesuai dengan kompetensi dan profesionalisme dalam rangka pelaksanaan tugas sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat serta penegak hukum yang menjunjung tinggi hak asasi manusia.

Oleh karena itu, melalui kesempatan ini, Kapolresta menekankan kepada 14 anggota bintara remaja polresta yang baru saja dilantik menjadi anggota Polri terkait kepedulian, pemahaman dan penghayatan dari nilai – nilai Tribrata dan Catur Prasetya yang menjadi pondasi / landasan (Blue Print) dan tujuan yang mulia dari organisasi Polri.

“Saya berharap anggota baru ini bisa langsung melaksanakan tugas sebagai pelayan, pelindung, dan pengayom masyarakat, dan bisa langsung menyesuaikan diri dengan kultur masyarakat sehingga dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat kota Probolinggo dengan maksimal” Tegas AKBP Alfian.