Jumat, 13 April 2018

Bu Wongso, Janda Dengan Tiga Anak Berkebutuhan Khusus Disambangi Bhabinkamtibmas


Jika bisa memilih, sudah tentu siapapun ingin hidup bergelimang kebahagiaan, cukup sandang, cukup pangan, begitu juga papan yang berarti sebuah rumah tinggal yang layak.

Adalah Bu wongso, warga dusun Mawar desa Pesisir Kabupaten Probolinggo, telah lebih sepuluh tahun harus menghidupi 3 anaknya yang dalam kondisi berkebutuhan khusus. Hidupnya yang sehari-hari mengandalkan upah dari menjadi buruh tani, selain juga ada kiriman dari anak pertamanya di luar Jawa, tapi dengan hanya seorang diri merawat 3 anaknya yang berkebutuhan khusus, rasanya beban itu begitu berat harus ditanggung Ibu Bongso.

Rumah yang terletak tak jauh dari area persawahan memang cukup sejuk ketika angin semilir berhembus. Tapi tak cukup rasanya kesejukan angin saja bisa menghibur perasaan ibu Bongso ketika melihat ketiga anaknya yang dalam kondisi demikian memprihatinkan. Sukur (40) Suhariah (35) Suhari (29) adalah 3 anak yang harus dihidupi ibu Wongso. Bila Suhari masih bisa keluar rumah bahkan turut shalat berjamaah di mushala dekat rumah, beda lagi dengan kedua saudaranya, mereka hanya dirumah, dan yang lebih memprihatinkan, Suhariah hanya bisa terbaring di kasur dan 5 hari ini dia tidak mau makan.

Kamis (13/04/18) Bhabinkamtibmas desa Pesisir Bripka Eko A bersama dengan Babinsa Serda Abdullah dan didampingi ketua RT setempat Sdri. Aminah, perangkat desa Sdr. Haris dan Sekdes Sdr. Yudianto, menyempatkan berkunjung ke rumah Ibu Bongso. 'Yang sabar ya bu, kedatangan kami ini silaturahmi sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap warganya, semoga dengan kehadiran kami juga bisa mengetuk nurani saudara-saudara kita yang lain untuk bisa saling berbagi', demikian ujar Bripka Eko menyampaikan maksud kedatangannnya bersama unsur lain.

'Trimakasih bapak-bapak semua atas kepeduliannya pada kami, ya memang begini kondisi kami, saya harus menanggung ketiga anak saya yang daam kondisi seperti ini, juga alhamdulillah anak saya yang di luar Jawa juga tetap membantu. Hanya saja kondisi seperti ini memang harus saya hadapi sendiri tanpa suami. Terimakasih juga sudah dibantu sembakonya, semoga menjadi sodakoh barokah buat panjenengan semua'. Demikian tutur Ibu Bongso yang meskipun tetap rersenyum, masih belum bisa menyimpan rapat kesedihannya.

Kehadiran semua unsur tersebut berawal dari informasi masyarakat dengan adanya satu keluarga yang dalam kondisi berkebutuhan khusus. Sehingga dengan kehadiran tiga pilar tersebut (Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Pemerintah desa) bisa membantu meskipun tidak merubah total kehidupan mereka. Dan semoga siapa saja masih ada yang peduli.