Kamis, 19 April 2018

Kehabisan Ongkos, Nenek Usia 70 Tahun Ini Ingin Pulang


Rabu pagi, anggota Polsek Sumberasih Bripka Eko melaksanakan aktifias rutin melakukan giat pengaturan lalu – lintas di SDN Pesisir Kec. Sumberasih seperti hari – hari biasa. Ketika Bripka Eko hendak melaksanakan kegiatan, apel pagi di Polres Probolinggo kota, dia melihat seorang ibu yang tergopoh-gopoh, mondar-mandir dan terlihat seperti sedang mengomel tidak jelas. Bu Ahati (45) yang juga melihat ibu ibu tidak dikenal tersebut dengan segera menghampiri Bripka Eko.

'Pak mentah tolong rapah, sareagi ibu-ibu tua jelen soko nde bere', niser pak polana tak ngibe pesse pas ngocak molia tar ka blitar". (Pak minta tolong kejarkan ibu tua, jalan kaki ke barat, katanya mau pulang ke blitar).

Cerita Bu Ahati, ibu tua tersebut semalam terlihat jalan kaki dengan kondisi letih dan gemetar. Diberilah tumpangan untuk makan dan shalat subuh oleh Bu Ahati, namun ketika akan diberi uang dan bekal minum, ternyata ibu tua sudah tidak ada. Berusaha dikejar Ahati, tapi sudah tidak bisa. Maka kepada Bripka Eko Bu Ahati meminta tolong untuk dikejarkan dan menitipkan sejumlah uang hasil mengumpulkan dari tetangga agar diberikan kepada ibu tua tersebut.

Sekilah cerita Bu Ahati, Bripka Eko bergegas melaju sepeda motornya mencari ibu tua dimaksud. Menyusuri jalanan pantura desa Pesisir, ibu tua akhirnya rerlihat berjalan pelan sampai di barat jembatan Desa Lemahkembar. Diperkirakan 5km ibu tua sudah berjalan.

Dan benar saja, ketika ditanya oleh Bripka Eko, ibu tua tampak letih dengan tatapan melas. "Ibu mau kemana, ayo sini saya antar ke terminal Probolinggo"

Dengan mulut bergetar ibu itu menjawab, "saya mau ke Nguling pak cari uang untuk pulang, rumah saya di Blitar, saya dari rumah saudara di Lumajang, kehabisan bekal makanya saya jalan kaki.

"Ibu itu mengaku bernama Suprapti (70) asal Wlingi Blitar,  Saya mengira ibu itu akan mengemis demi dapat uang untuk pulang, makanya saya bilang ke ibu itu jangan bu, ayo sini saya antar ke terminal. Tapi ibu itu tidak mau dan justru minta diturunkan di halte Ketapang saja, malu merepotkan saya katanya kalau antar terlalu jauh ke terminal. Ya sudah saya boncengkan ibu itu sampai ke halte Ketapang dan saya antar sampai naik bus jurusan Malang juga saya titipkan sopir supaya dilayani dengan baik. Demikian dituturkan Bripka Eko.

Sebelum betul-betul ditinggalkan diatas bus, bahkan ibu tua itu sempat mengucapkan terimakasih . 'Trimakasih pak sudah diantar, dikasih ongkos".

Menjadi polisi, bukan sekedar bekerja sesuai apa yang tertulis dalam SOP. Tapi lebih pada apa yang akan dilakukan ketika melihat orang lain dalam kesusahan, tidak tertulis 'jlentreh' (gamblang) memang, tapi berbuat untuk kamusiaan harus tetap dipelihara agar lestari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar