Selasa, 10 April 2018

Nenek Tua Sebatang Kara Tinggali Rumah Tak Layak Huni, Pemdes dan Bhabin Turun Tangan


Gurat-gurat kesedihan masih tampak diwajah ibu Ba'ati (55) ketika Bhabinkamtibmas bersama perangkat Desa Sdr. Haris datang kerumahnya. Hari ini (Selasa/10/4/2018) rumah yang selama ini menjadi tempat tinggalnya mulai direhab. Rumah yang terletak di RT 19 RW 3 dusun Kenongo desa Pesiair Kabupaten Probolinggo ini memang terlihat sudah tidak layak huni dengan kondisi genteng bocor dan tembok yang belah di sana sini, tak luput plafon rumah juga bolong-bolong.
 
'Trimakasih pak, akhirnya Pak Tinggi (Kades Pesisir Moch. Rofi'i) membantu memperbaiki rumah saya, bagaimana lagi saya harus di dalam rumah kalau sedang hujan, atap bocor, tembok pecah-pecah, kalau hujan deras saya selalau khawatir kalau-kalau tembok rumah sya ini roboh'. Demikian potongan keluh-kesah ibu Ba'ati ketika Bhabinkamtibmas bersama perangkat desa Sdr. Haris datang untuk turut membantu bongkar atap rumah ibu Ba'ati.
 
Dengan dibantu warga sekitar satu-persatu atap dan bagian atas rumah dibongkar. Terlihat memang sudah sangat mengkhawatrikan kondisi rumah itu. Kayu-kayunya yang sudah lapuk dimakan rayap, belum lagi genteng pecah menambah kesan betapa rumah ini memang seharusnya diperbaiki. Apalagi ibu Ba'ati tinggal dirumah tersebut sendirian dimana anak-anaknya sudah berkeluarga dan memilih hidup berkeluarga sendiri. Maka tinggalallah ibu Ba'ati sendiri dirumahnya.

Kades Pesisir Moch. Rofi'i yang ditemui di Kantor Desa Pesisir menyapaikan, 'iya memang benar, jadi kami dari pihak pemerintah desa Pesisir melaksanakan program RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) yang bersumber dari Dana Desa untuk rumahnya  Bu Ba'ati. Karena melihat kondisi rumah yang tidak layak huni maka kami laksanakan program ini untuk rumah bu Ba'ati.

Bripka Eko yang sehari-hari bertugas sebagai Bhabinkamtibmas desa Pesisir menyempatkan hadir dan membantu pembongkaran rumah ibu Ba'ati.

“Sehari-hari memang saya sering sambang ke desa binaan saya ini, dan karena ada kegiatan bedah rumah, maka saya ikut terlibat untuk membantu. Apalagi kondisi rumah yang sudah rusak seperti ini dan ibu Ba'ati tinggal sendirian dirumah ini, semoga saja meski hanya tenaga bisa bermanfaat. Diperkirakan butuh waktu seminggu agar rehab tuntas dikerjakan dan bisa kembali dihuni dengan layak”, tuturnya.