Kamis, 05 April 2018

"Setiap Saat Saya Selalu Berdoa Agar Diberikan Kesempatan Untuk Menebus Dosa Pada Orang Tua"


Ada sosok yang menarik pada saat Pers Release ungkap kasus narkoba yang dilakukan Polresta Probolinggo, bertempat di Lobby Mapolresta Probolinggo. Dari ke sembilan tersangka yang ikut dalam release tersebut, nampak sesosok wanita muda yang dengan tertunduk malu dan muka sayu ikut dalam barisan para tersangka.

Siapakah sosok wanita itu??

Dia adalah “RDP”, seorang wanita muda berusia 20 tahun yang bertempat tinggal di Kanigaran Kota Probolingo. Tertarik dengan kasus tersebut, tim Tribratanews ingin menggali lebih dalam tentang bagaimana wanita tersebut terjerumus dalam peredaran dan penyalahgunaan obat obatan terlarang. Tim Tribratanews Polresta Probolinggo mengunjungi “RDP” Kamis pagi (05/04/18) di ruang tahanan mako Polresta.

Ketika ditemui, “RDP” bercerita tentang bagaimana awal dia bisa terjebak di peredaaran Narkoba jenis Trihexypenidil.

“RDP” mengatakan, berawal dari godaan teman sekelas nya pada saat kelas 2 di salah satu SMK swasta di Kota Probolinggo, dia menjadi sangat ketagihan terhadap obat – obatan tersebut. Dia juga menambahkan bahwa dengan mengkonsumsi obat itu, dia bisa melupakan semua masalah yang ada di dalam pikiran nya. Baik itu permasalahan keluarga ataupun permasalahan yang dia alami di sekolah. Dia juga menyebutkan, pergaulan yang salah, juga menjadi faktor utama bagaimana dia bisa terlibat dalam peredaran obat – obatan terlarang itu.

Kini, kepada tim, dia menyampaikan rasa penyesalan dia yang paling dalam atas semua perbuatan yang telah dia lakukan. Namun dia menyadari, semua sudah terlambat. “RDP” hanya berharap, dia cepat menyelesaikan proses hukum ini dan segera bertemu dengan kedua orang tua nya.

“Setiap saat saya selalu orang tua saya Pak, saya tidak bisa membayangkan rasa malu seperti apa yang mereka tanggung atas perbuatan yang telah saya lakukan. Saya setiap saat selalu berdoa, agar mereka di berikan umur panjang agar pada saat saya keluar dari sini, saya masih mempunyai kesempatan untuk menebus segala dosa yang telah saya lakukan kepada mereka”. Ucap “RDF”