Jumat, 04 Mei 2018

Cegah Konvoi Kelulusan, Ini Yang Dilakukan SMK Sumberasih Bersama Bhabin dan Babinsa


Cara yang digunakan oleh SMKN 1 Sumberasih ini berhasil menekan perilaku negatif pelajar saat mengetahui hasil kelulusan Ujian Nasional tahun 2018 ini, yaitu menyampaikan pengumuman kelulusan kepada siswa di desa masing-masing, tidak disatukan di sekolah. Bersama Bhabinkamtibmas desa Pesisir Bripka Eko Arisandi, Babinsa Serda Abdullah dan peragkat desa Sdr. Haris S, guru dari SMKN 1 Sumberasih Achmad Jayadi dan Diki menyampaikan pengumuman kelulusan pada murid SMKN1 Sumberasih khusus yang berasal dari desa Pesisir. Sebanyak 26 orang murid SMKN 1 Sumberasih asal desa Pesisir dinyatakan lulus.

Dalam sambutannya, Bhabinkamtibmas menghimbau kepada siswa yang hadir agar tidak merayakan kelulusan dengan hal-hal yang merugikan, narkoba, miras, corat-coret, konvoi serta tindakan-tindakan merugikan lainnya. "Silahkan kelulusan ini disyukuri dengan tindakan-tindakan yang positif, bisa berupa pengumpulan seragam bekas layak pakai, dan disalurkan pada adik kelas kalian, bukan dicoret-coret. Biar ditempat lain kalaupun ada yang konvoi, tapi mari di desa kita ini jangan ada kegiatan seperti itu, apapun alasan kalian, konvoi dijalan apalagi dengan melanggar aturan lalu-lintas itu jelas merugikan anda sendiri dan orang lain. Manfaatkan kelulusan ini sebagai pertanda untuk memulai perjuangan baru, demi tercapainya harapan kalian untuk masa depan".

"Jadi kenapa kami tidak mengumumkan kelulusan ini di sekolah dan justru kami datang ke desa asal masing-masing siswa, karena bila kelulusan ini kami jadikan satu di sekolah maka mereka akan berkumpul dan mereka merasa banyak teman, bisa dipastikan akan sulit dikendalikan dan konvoi tidak bisa dihindari. Begitu juga mengenai baju, kenapa mereka kami bebaskan untuk berpakaian bukan seragam, untuk menghindari coret-coret dimana itu jelas sangat tidak manfaat. Untuk tahun ini jumlah siswa kami 161 dan alhamdulillah lulus 100%. Kami juga berterimakasih kepada bapak Bhabinkamtibmas,  Babinsa dan perangkat desa yang sudi memberikan sambutan serta motivasi pada siswa kami". Dijelaskan Achmad Jayadi menutup acara.

Benar adanya, usai pengunuman kelulusan, tidak ada siswa yang konvoi dan coret-coret. Mereka bersalaman satu persatu dengan semua yang hadir. Mengucapkan terimakasih, pulang.

“Cara ini sangat positif dalam menanggulangi perilaku negatif yang mungkin akan dilakukan oleh siswa apabila cara pengumumannya dilakukan secara bersama – sama di sekolah. Bhabin dan babinsa sangat mendukung kegiatan yang dilakukan sekolah ini dan siap mengamankan dan mendampingi agar acara pengumuman kelulusan dibalai desa ini dapat berjalan dengan lancar” Ungkap Bripka Eko.