Sabtu, 19 Mei 2018

Pesan Berantai Melalui WhatsApp Terkait Sasaran Teroris itu Hoax


Muncul pesan berantai yang tersebar melalui aplikasi WhatsApp untuk menghindari tempat keramaian karena disasar teroris, Pasca penangkapan empat terduga terorisme di Probolinggo oleh Densus 88 bersama Polresta Probolinggo.

“Rek untuk sementara ojok ng tempat2 keramaian...istri teroris seng ng sumber taman ws buat pengakuan...tujuan ledakan di kds...kantor polisi..sinter..gm. Dan bjbr..mohon konco2 ati2 yo..”

(Rek, sementara jangan ke tempat-tempat keramaian...istri teroris yang di Sumber Taman sudah buat pengakuan. Tujuan ledakan di KDS, kantor polisi, sinter, GM dan BJBR. Mohon teman-teman hati-hati ya, Red).

Kapolresta Probolinggo AKBP Alfian Nurrizal S.H, S.I.K, M.Hum di depan media, Sabtu (19/05/18) menyebut bahwa pesan tersebut adalah HOAX alias bohong. Kapolres juga meminta masyarakat tetap waspada namun juga meminta warga masyarakat jangan gampang percaya terhadap suatu berita yang beredar tanpa jelas darimana sumber tersebut. Kapolres juga berharap, sebelum menshare suatu berita, ada baiknya berita tersebut di cek dan ricek terlebih dahulu sebelum menimbulkan hoax yang dapat meresahkan warga masyarakat.

"Tidak ada statemen seperti itu. Itu jelas Hoax / Bohong. Jangan gampang percaya terhadap suatu berita yang sumber informasinya tidak jelas. Mari bersama – sama kita ciptakan situasi Kota Probolinggo yang kondusif dan aman," ujarnya.

Sampai saat ini, empat terduga terorisme sudah diamankan Densus 88 dan Polresta Probolinggo di Perumahan Sumber Taman Indah (STI), Kelurahan Sumber Taman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo.