Jumat, 25 Mei 2018

Usung Aman Harga Mati, Tabligh Akbar TNI Polri Dihadiri Ribuan Warga


Dengan Mengusung tema ” TNI Polri Garda Terdepan Pengawal Penjaga Dan Pemersatu NKRI, Aman Harga Mati” Polresta Probolinggo bersama dengan Kodim 0820 Probolinggo menggelar acara Tabligh Akbar, kamis malam, (25/05/18). Kegiatan yang bertempat di halaman Makodim 0820 Probolinggo tersebut diawali dengan kegiatan taraweh bersama bertempat di Masjid Al Hidayah Makodim 0820 Probolinggo.

Kegiatan Tabligh akbar yang dilaksanakan setelah kegiatan taraweh bersama tersebut dihadiri oleh Dandim 0820 Probolinggo dan Kapolres Probolinggo Kota beserta PJU dan anggota, Forkopimda Kota Prob,  Ketua MUI Kota Probolinggo, Ketua PC NU Kota Probolinggo,  Ketua PD Muhammadiyah Kota Probolinggo, Ketua Al Irsyad Kota Probolinggo, Ketua LDII Kota Probolinggo, Ketua FKUB Kota  Probolinggo, KH. Tajul Arifin, Gus Lubab (PP Zainul Islah), KH. Azis Fadhol (PP Nurul Hidayah), KH. Syafrudin Sarif,  KH. Nur Hasan (PP Assulthon) serta ribuan santriwan dan santriwati serta masyarakat Probolinggo.

Kapolresta Probolinggo AKBP Alfian Nurrizal S.H, S.I.K, M.Hum dalam sambutannya menyampaikan bahwa  Aksi teror yang terjadi di Surabaya menjadikan kita lebih kuat bersatu padu bersama TNI -POLRI untuk menghadapi aksi teroris khususnya di Probolinggo kota. Kapolresta juga mengungkapkan agar untuk warga masyarakat Kota Probolinggo tidak perlu resah, kepolisian siap untuk menjaga keamanan. Tidak lupa, Selalu tingkatkan kewaspadaan, harus peduli apabila ada kelompok yang dirasa menyendiri berbeda bisa laporkan ke MUI atolau anggota Polres Probolinggo Kota agar ada tindak lanjut.

“Kami disini dengan Densus 88 melakukan penangkapan untuk melakukan pencegahan agar terduga teroris tidak melakukan aksi yang membahayakan. Mereka juga sama manusia seperti kita, kita diciptakan beda tapi kita tetap satu”, Ucap AKBP Alfian.

Dalam tausiahnya, Kh. Tajul Arifin menyampaikan bahwa keamanan dan ketertiban adalah dua hal yg tidak terpisahkan, yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.  Dan keamanan dan keteriban bisa tercapai apabila setiap individu mampu menempatkan diri di tengah – tengah kehidupan masyarakat, saling menghargai dan menghormati antar sesame. KH. Tajul juga mengatakan sebagaimana kejadian teroris di Surabaya kemudian dilakukan penangkapan beberapa warga di Kota Probolinggo, maka jangan terlalu mudah memvonis aparat Kepolisian sebagai Toghut, karena segala tindakan yg dilakukan oleh aparat kemanan TNI dan Polri adalah demi terciptanya Kamtibmas dan demi keutuhan NKRI, termasuk diantaranya dalam melakukan tindakan pencegahan terhadap terorisme.

“Mari kita bersinergi seluruh komponen baik Pemerintah, DPRD, aparat kemanan TNI-Polri, Ulama dan masyarakat untuk menciptakan Kamtibmas yg kondusif di Kota Probolinggo” Ucap KH. Tajul Arifin.

Kegiatan Tabligh Akbar berlangsung dengan aman dan tertib. Kegiatan diakhiri dengan berdoa bersama – sama untuk mendoakan agar situasi kamtibmas di wilayah Kota Probolinggo bisa tetap aman dan kondusif.