Jumat, 13 Juli 2018

Hendak Melahirkan, Polisi Bantu Rujuk Istri Tersangka Teroris ke RSUD



Pendekatan secara humanis selalu diupayakan oleh Kapolresta Probolinggo terhadap penanganan untuk keluarga para terduga teroris. Kamis siang, (12/07/18) mendapat kabar bahwa salah satu istri terduga teroris, “SF”, 31th, yang sedang hamil 9 bulan akan segera melaksanakan persalinan anak ke-enamnya dan membutuhkan rujukan ke rumah sakit, dengan gerak cepat, unit Dokkes Polresta Probolinggo yang dipimpin langsung oleh Kapolresta Probolinggo AKBP Alfian Nurrizal S.H, S.I.K,M.Hum langsung mendatangi tempat bidan Susiani yang beralamat di Jl. Letjen Sutoyo Gg. Leo Tisnonegaran Kanigaran, tempat dimana istri tersangka teroris atas nama “ A” yang beralamat di Perum Sumber Taman Indah Kelurahan Sumber taman Kec. Wonoasih Kota Probolinggo akan melaksanakan proses persalinan dan membutuhkan kendaraan ambulance untuk melaksanakan rujukan ke rumah sakit.

Hal tersebut berawal ketika istri teduga teroris hendak melakukan persalinan di bidan Susiani secara normal. Namun, karena tensi dari “SF”  tinggi, maka bidan menganjurkan untuk segera rujuk ke RS. Dr. Saleh.

Kapolresta Probolinggo mengungkapkan bahwa Jajaran Polresta akan senantiasa selalu melaksanakan pendekatan secara kekeluargaan terhadap istri terduga teroris sebagai salah satu proses deradikalisasi agar para istri tersebut tidak merasa terkucil di Kota Probolinggo. Kapolresta juga menyampaikan bahwa istri tersangka teroris tersebut juga merupakan warga kota Probolinggo dan memiliki hak yang sama dengan warga lainnya yaitu mendapatkan pelayanan dari kepolisian.

“Kami akan terus berupaya membantu selama kami bisa memberikan bantuan terhadap para terduga teroris sebagai salah cara deradikalisasi yang kami lakukan untuk memberantas paham radikal yang ada di Kota Probolinggo ini”. Ucap Kapolres.

Jajaran Polresta Probolinggo memberikan fasilitas ambulance beserta dengan bidan dari tim Dokkes Polresta Probolingga kepada istri tersangka teroris ini untuk membantu dan mendampingi proses persalinan agar bisa berjalan dengan normal mengingat anak yang pertama sampai dengan anak ke lima mengalami proses persalinan secara normal.