Minggu, 22 Juli 2018

Nobar Film 22 Menit, Kapolres Ajak Tokoh Agama dan Masyarakat


Sabtu siang,(21/07/18) Polresta Probolinggo melaksanakan kegiatan Nobar film “22Menit “ di studio NSC Gedung Bioskop Star Cineplex Jl. Raya Soekarno Hatta Kota Pasuruan. Kegiatan ini dihadiri oleh DPRD ,Tokoh Lintas Agama, Para PJU Polresta, Kapolsek jajaran, anggota Jajaran serta Muspika dengan ratusan penonton.

Kapolresta Probolinggo AKBP Alfian Nurrizal S.H, S.I,K, M.Hum mengungkapkan bahwaf film action ini menggambarkan profesionalitas kepolisian, dalam menumpaskan terorisme dan radikalisme di Indonesia yang digambarkan secara nyata. Kapolresta juga mengatakan bahwa film ini mengandung nilai-nilai sosial yang bisa ambil dari film tersebut.

"Film memberantas aksi terorisme (antiteroris) dengan menampilkan aksi-aksi heroik polisi yang secara profesional, tidak punya rasa takut dan mampu menumpas teroris, sehingga menimbulkan rasa aman bagi masyarakat apabila terjadi tindakan atau aksi terorisme di masa yang akan datang," ujar AKBP Alfian

Dikatakannya, nonton bareng ini merupakan upaya dari Polresta dan pemerintah daerah untuk ikut mensosialisasikan bahwa tindakan kejahatan terorisme dan radikalisme yang memang tidak bisa dibiarkan.

"Film ini memberikan edukasi kepadamasyarakat, sehingga memiliki kepekaan dan kepeduliannya dalam memberikan informasi kepada jajaran kepolisian atau TNI, apabila menemui kejanggalan atau hal - hal yang mencurigakan dari gerakan kelompok radikal atau terorisme untuk deteksi dini. Kita jangan takut dengan kelompok radikal atau teroris, karena ada aparat Polri dan TNI yang siap akan menumpas dan memberantas radikalisme dan tetorisme yang bekerja secara profesional," ujarnya.

Kapolres juga menyebutkan bahwa  film 22 menit diambil dari kisah nyata bom di Jalan Thamrin Jakarta, yang menunjukan kerja aparat kepolisian sangat konsen dan profesional dalam penumpasan teroris.

"Film ini berpesan agar masyarakat tidak takut melawan aksi teror, karen kopolisian dan aparat TNI siap menumpas dan memberikan rasa aman kepada masyarakat," tutur AKBP Alfian Nurrizal.

Sementara itu, anggota FKUB ( Forum Kerukunan Umat Beragama) Abdul Halim  mengatakan, sebagai umat beragama, FKUB memberikan apresiasi kepada Polri yang telah menunjukan dalam pencegahan dan mengatasi aksi teroris.

"Film sangat bagus untuk ditonton masyarakat luas sehingga menambah kepercayaan maayarakat terhadap polisi dan memberikan rasa percaya diri kepada pemerintah mengatasi terorisme, dan terhindar dati rasa takut," katanya.

Ketua MUI KH. Nizar Irsyad mengatakan, momen nonton film bareng sangat luar biasa, dimana kita diingatkan kembali bahwa ancaman terorisme akan terus ada dan di mana pun bisa terjadi.

"Oleh karena itu, butuh sinergitas antara Polri-TNI tokoh agama dan juga seluruh elemen masyarakat agar tetap waspada dan menguatkan persatuan dan kesatuan bangsa untuk menangkal paham - paham radikal yang merupakan awal dari terorisme di negeri ini," pungkasnya.