Senin, 23 Juli 2018

Penasaran Film 22 Menit, Ratusan Netizen Nonton Bareng Humas



22 Menit The Movie rupanya mampu menggerakkan hati netizen Kota Probolinggo untuk berduyung duyung datang ke Bioskop. Diproduksi Buto Ijo Film dengan sutradara Augene Panji dan Myrna Paramita menampilkan suguhan film drama aksi menumpas teroris pada 14 Januari 2016. Sejumlah aktor terkenal ikut membintangi film laga seperti, Ario Bayu, Mathias Muchus, Hana Malasan, Ence Bagus, Ajeng Kartika, Taskya Namya, Fanny Fadillah, Ucup dan Ardina Rasti.

Digawangi Humas Polres Probolinggo Kota, Ratusan Netizen dari berbagai komunitas mengikuti kegiatan nonton bareng (nobar) pemutaran film 22 Menit. Film dengan latar kisah nyata bom Jl Thamrin Jakarta ini diputar di Golden Theater, Sabtu (21/7/2018) Sore.

PS Paur Humas Polresta Probolinggo Bripka Choirul S.H menjelaskan bahwa Humas mengkoordinir netizen di Kota Probolinggo yang penasaran dengan film tersebut serta mengajak nonton bareng. Melalui film ini masyarakat diharapkan ikut berperan aktif bersama Polri untuk memberantas terorisme yang ada di negara Indonesia. Selain itu, kewaspadaan diperlukan untuk penanggulangan dan pencegahan paham radikalisme serta terorisme. Karena terorisme tidak hanya cukup dengan pemberantasan dengan kekuatan senjata dan penegakan hukum.

"Masyarakat tidak perlu takut. Terorisme harus kita lawan bersama-sama. Jika ada warga baru atau warga sekitar yang gerak – geriknya mencurigakan, jangan sungkan untuk melapor kepada anggota polisi untuk segera ditindaklanjuti" ujarnya.

Sementara itu, anggota Komunitas ILKPro Hari, memberikan apresiasi terhadap film berlatar belakang bom Thamrin.

"Kami ucapkan terima kasih dan apresiasi terhadap pemutaran film 22 Menit ini. Sangat menginspirasi dan mengedukasi masyarakat tentang bagaimana bahayanya ancaman teroris yang ada di negara kita." ujarnya.

Hari juga mengatakan, sangat tepat memberikan edukasi kepada generasi muda dalam pencegahan paham radikalisme melalui media film. Apalagi film semakin berkembang dan digemari generasi muda.

"Filmnya keren abis, jadi sangat pas bila edukasi pencegahan radikalisme ini melalui film," ungkapnya.