Minggu, 01 Juli 2018

Sambil Menari Ala Ganongan, Polisi Amankan Pagelaran Reog Ponorogo SDN Pesisir 2


Terdengar alunan kendang, gong, angklung dan kenong dari kejauhan. Adalah SDN Pesisir 2 mengadakan gebyar seni dalam rangka pelepasan anak didik kelas 6 yang telah lulus pada tahun ajaran 2017/2018. Hari itu, salah satu pertunjukan yang menarik perhatian warga sekitar dan para murid adalah kesenian asal Ponorogo, reog. Tampak antusiasme penonton terlihat dari begitu ramainya mereka menyaksikan pertunjukan seni reog yang dihadirkan oleh pihak sekolah. Terlihat beberapa petugas kepolisian dari Polsek Sumberasih turut melakukan pengamanan pada pertunjukan tersebut.

Drs. Suprihatin, Spd. SD, menyampaikan, "untuk tahun ini memang beda dengan tahu-tahun sebelumnya, bilamana tahun lalu kami hanya mengadakan acara perpisahan pada malam haricsaja, maka tahun ini kami menambahkan dengan mengundang seni reog Ponorogo dibawah asuha pak Gimun. Selain sebagai pertunjukan, kami juga berharap anak-anak serta lingkungan disini mengenal kesenian yang mashur ini secara dekat dan langsung. Karena bagaimanapun juga, bukan oran lain yang akan memelihara, tapi haruslah kita sendiri yang menjaga kelestariannya".

Yang menarik dari pertunjukan ini, ternyata petugas pengamanan yang juga sehari-hari selaku Bhabinkamtibmas desa Pesisir, Bripka Eko,  memakai topeng bujang ganong dan menari ala ganongan. Tepuk tangan dan sorak sorai terdengar dari penonton yang selama ini juga telah mengenalnya.

"Saya sebenarnya tidak piawai menari bujang ganong, ya karena saya sendiri sudah tidak asing lagi dengan kesenian reog ini dan juga sekaligus menerima tantangan ponenoton berani pak main reognya, maka saya coba beranikan diri melakukannya". Ucap Bripka Eko sambil tersengal-sengal mengatur nafar karena kepayahan setelah menari, yang ternyata juga berasal dari Ponorogo ini.

Semakin siang suasana makin ramai oleh penonton yang menyaksikan pertunjukan, sehingga selain pengamanan di lokasi, petugas juga harus mengatur dan berkoordinasi dengan pengelola tempat parkir supaya keamanan kendaraan penonto dan kelancaran kegiatan bisa berjalan baik.
Kesenian ini milik kita bersama, mari semarakkan dan lestarikan, sebelum kekayaan bangsa berupa seni punah karena kita sendiri tidak mempedulikannya.