Senin, 20 Agustus 2018

Kunjungi Mapolres Probolinggo Kota, Mendikbud Jelaskan Polemik Pawai Anak TK


Polemik terkait dengan viralnya video karnaval TK yang memakai cadar dengan menenteng replica senjata direspons Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. Minggu sore, (19/08/18) Mendikbud berkunjung ke Kota Probolinggo untuk mengetahui lebih detail terkait dengan berita yang mengebohkan tersebut.

Tiba di Mapolresta Probolinggo, rombongan langsung disambut oleh kapolresta Probolinggo AKBP Alfian Nurrizal S.H, S.I.K, M.Hum dan Dandim 0820 Letkol Kav. Depri Rio Saransi, S.Sos, MM . Rombongan langsung menuju ruang Rupatama Sanika Satyawada untuk melaksanakan kegiatan klarifikasi terkait kejadian tersebut. Kegiatan ini dihadiri oleh Dandim 0820 Probolinggo Letkol Kav. Depri Rio Saransi, S.Sos, MM, Dirjen GTK (Dr. Supriano, M. Ed), Staf khusus Mendikbud Bid Monitoring Implementasi Kebijakan (R. Alpha Amirachman, P. Hd) , Direktur SMA (drs. purwadi sutanto, M. Si), Ka LPMP Jatim ( Bambang agus Susetyo), Kasubdit Progar SMA ( Bpk Suhadi), Kasubdit progar paud ( Bpk asmawi), Kasubag progar paud ( Bpk agus Pranoto), Ketua MUI kota Probolinggo (Kyai Nizzar Irsyad) Ketua PD Muhammadiyah (H.Masfuk ), Diknas Kota Probolinggo (Bpk. Asyir), Ketua NU (H. Syamsu), Kemenag (Bpk. Ahmad Zaini), Disdikpora Kota Probolinggo (Bpk. Asyir W.), PGRI Kota Probolinggo (Bpk. Zainul), Kepala Sekolah SMA/SMK, SMP/MTs, SD dan TK se-Kota Probolinggo, Ibu Supaiani, Ketua Panitia Pawai Budaya serta Ibu Hartatik, Kepala Sekolah TK Kartika V.

Dalam kegiatan ini Mendikbud mengatakan, berdasarkan laporan-laporan yang telah diterima dari polres Probolinggo kota, sebenarnya maksud dari Tk Kartika dalam pengunaan atribut tersebut pasukan bercadar tersebut merupakan pengawal dari kerajaan Saudi Arabia/ pengawal Raja Salman.

Dalam vidio yang utuh, disebutkannya, secara jelas anak-anak TK ini mengangkat tema tentang perjuangan umat Islam, dan tidak ada kaitannya sama sekali dengan gerakan radikalisme.

"Saya sampaikan bahwa kejadian ini diambil hikmahnya saja dan saya sampaikan bahwa peristiwa karnaval ini sebetulnya tidak ada yang luar biasa, hanya karena ada video yang dipotong yang hanya memperlihatkan barisan paling belakang saja menjadi ramai. Kalau sebenarnya sejak awal kita lihat videonya secara utuh, karena di barisan depan itu sebenarnya sudah ada banner tentang tema yang diusung tema, ada bendera merah putih dan ada miniatur ka’bah.  " tegasnya.

Mendikbud juga menyampaikan Negara Indonesia merupakan negara dengan pendudukan Islam terbesar didunia yang masih utuh, mari jaga keutuhan ini. Jangan sampai terpecah belah oleh fitnah-fitnah yang dapat menimbulkan perpecahan.

Kepala Polres Probolinggo Kota, AKBP Alfian Nurizal mengatakan, dari hasil pertemuan bersama, dan penyelidikan, penggunaan kostum tersebut dalam pawai budaya, tidak ada kaitannya dengan gerakan radikalisme.

" Yang di viralkan adalah potongan sebagian video rangkaian pawai TK Kartika bagian belakang. Video tersebut hanya memperlihatkan bagian belakang rombongan yang berisi pengawal kerajaan Arab Saudi yang membawa replika senjata dan bercadar saja, tanpa memperlihatkan video utuh dari kegiatan TK tersebut sehingga menyebabkan timbulnya persepsi di masyarakat yang berbeda beda," tegasnya