Kamis, 06 September 2018

Antar Kepulangan Ke 21 Penumpang Selamat KLM Wahyu Illahi, Kapolres : Ini Bentuk Kepedulian Atas Rasa Kemanusiaan


Setelah bertahan selama empat hari di Kota Probolinggo, 21 penumpang KLM Wahyu Ilahi 02 akhirnya bisa kembali pulang ke kampung halaman, Rabu pagi (05/09/18). Kepulangan ke 21 penumpang KLM Wahyu Illahi juga disertai tradisi pecah kendi sebelum mereka berangkat untuk menaik bus yang telah disiapkan oleh Jajaran Polresta Probolinggo. Suasana haru pun pecah dalam moment kepulangan ini.

Proses kepulangan para penumpang diawali apel persiapan kepulangan yang dipimpin langsung Kapolresta Probolinggo AKBP Alfian Nurrizal beserta TNI, KSOP, MUI, dan FKUB setempat. Seluruh korban laki-laki mengikuti upacara. Sedangkan perempuannya masih berada di bilik penampungan.

Yang unik, Ardi (13) salah satu korban yang masih anak-anak berada di sisi Kapolresta. Ia mendampingi Kapolresta bak ajudan. Kepada tim Tribratanews, Ardi mengaku tak sabar ingin segera pulang ke kampung halaman.

“Sudah tak sabar ingin pulang. Ingin bermain sama teman-teman di kampung,” kata Ardi yang masih kelas 1 SMP ini. Tak hanya jadi ajudan, ia pun bertukar posisi menjadi “Kapolresta” dengan memegang tongkat komando.

Suasana haru mewarnai kepulangan mereka ketika naik bus menuju Bandara Juanda. Baik Polri, TNI, KSOP memberi salam perpisahan. Mereka merasa sangat terkesan berpisah dengan para penumpang.

Kapolresta Probolinggo, AKBP Alfian Nurrizal, mengantarkan korban KLM Wahyu Ilahi pulang ke kampung halamannya, Rabu (05/09/18).

Kapolsek Jeneponto, Iptu Kaharuddin mengaku, sangat terkesan dan terharu dengan pelayanan baik Polresta maupun pihak terkait selama korban berada di Probolinggo. Ia tak menyangka bakal mendapat perhatian yang begitu besar.
“Tidak menyangka perhatian sebesar ini. Mungkin ini satu-satunya di Indonesia yang Kapolresnya menyambut korban seperti ini,” kata Kaharuddin.

Kapolresta mengatakan, ini bentuk kepedulian kita atas rasa kemanusiaan. Tak hanya doa pihaknya juga menggunakan tradisi pecah kendi untuk keselamatan.
“Tentunya kita support penuh kepulangan mereka. Atas nama Pemerintah Kota Probolinggo kami mengucapan semoga selamat sampai kampung halaman,” ujar Alfian.

Nantinya mereka akan berangkat dengan bus Polresta Probolinggo dan dengan menggunakan pesawat dari Bandara Juanda pukul 12.50 menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Setelah itu menuju Jeneponto yang diperkirakan perjalanan dua jam. Diprediksi mereka tiba di Jeneponto sekitar pukul 18.00 waktu setempat.
Diketahui, KLM Wahyu Ilahi 02 mengalami kecelakaan laut, Kamis (30/8/18) di perairan laut Nusa Tenggara Timur (NTT). Kapal yang terbakar, tidak dapat diselamatkan. Namun 21 penumpang berhasil selamat pasca dievakuasi oleh KM Nagoya Sejahtera 04 yang berada di sekitar lokasi kejadian