Senin, 03 September 2018

Kapolresta Probolinggo Pimpin Evakuasi Korban KLM Wahyu Ilahi 02 Yang Terbakar


KLM Wahyu Ilahi 02 yang memuat 21 orang dan ratusan hewan ternak dilaporkan hilang kontak sejak Kamis (30/82018) lalu. Belakangan diketahui bahwa kapal itu terbakar dalam pelayaran dari dermaga Marapokot, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur menuju Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Beruntung, 21 korban ini diselamatkan oleh 9 ABK Kapal Sejahtera 04 yang saat itu berada di dekat KLM Wahyu Ilahi 02 yang terbakar. Dengan Kapal Sejahtera 04 itulah 21 korban dievakuasi lalu dibawa ke Pelabuhan Probolinggo. Dari jumlah itu, terdiri dari 14 penumpang dan 7 awak buah kapal (ABK). Rinciannya, 17 orang laki-laki dan 4 orang perempuan.

Minggu (2/9/2018) malam, Kapal Layar Motor (KLM) Wahyu Ilahi 02 GT 66 yang terbakar saat berlayar dari Pelabuhan Marapokot, Embai, Nusa Tenggara Timur tiba di Pelabuhan Perikanan Mayangan (PPM), Kota Probolinggo.

Begitu tiba di PPM Mayangan, mereka langsung dievakuasi oleh petugas gabungan yang terdiri dari Polresta Probolinggo, TNI, KSOP dan Basarnas ke rumah penampungan sementara yang terletak di sisi timur pelabuhan lama, sisi barat PT Kutai Timber Indonesia (KTI).

Salah satu korban, Mila mengatakan bahwa dirinya tak mengalami luka serius. Hanya saja, wanita 19 tahun ini sempat shock karena tengah mengandung dengan usia kehamilan 4 bulan.

“Tidak ada luka, cuma sempat khawatir karena saya sedang hamil empat bulan. Beruntung tidak apa-apa, tadi sudah diperiksa,” kata Mila.

Sementara itu, Kapolresta Probolinggo AKBP Alfian Nurrizal memerintahkan jajarannyya untuk responsif memberikan layanan kemanusiaan. Layanan kemanusiaan diawali dengan pemeriksaan kesehatan bagi para korban dan ABK, begitu kapal bersandar di dermaga.

“Sejauh ini mereka baik-baik saja, namun ada beberapa korban yang luka ringan dan shock,”  ujar alumni Akpol 2000 ini seusai memimpin proses evakuasi.

“Kami sudah menyiapkan posko evakuasi terhadap korban dan menyiagakan tenaga kesehatan yang akan memantau perkembangan para korban. Nantinya korban akan kita antar ke Pelabuhan Tanjung Perak untuk kembali ke kampung halamannya masing – masing “, pungkasnya.