Rabu, 24 Oktober 2018

Kapolresta Kunjungi Keluarga Korban KM Cahaya Bahari Jaya


Kabar duka sedang melanda para nelayan yang berasal dari Kota Probolinggo. KM Cahaya Bahari Jaya yang satu orang awak dan nahkodanya merupakan warga dari Kota Probolinggo dikabarkan hilang sejak hari Sabtu (20/10/18) lalu. Kapal ini diketahui mengangkut 8 orang untuk berlayar mencari ikan sejak hari rabu (17/10/18) malam.

Salah satu korban KM Cahaya Bahari berhasil ditemukan pada hari minggu (21/10/18) setelah jenazah atas nama M. Rohim, 56, warga jalan Ikan Kakap, Gang Masjid RT 3/ RW 4, Kelurahan/ Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo ditemukan di pantai Jumiang Kab. Pamekasan Madura.

Mendengar kabar tersebut, Kapolresta Probolinggo AKBP Alfian Nurrizal S.H, S.I.K, M.Hum bersama dengan Kapolsek Mayangan Kompol Ahmad Firman W SE,.SH, Kasat Polairud AKP Slamet Supriyanto, Camat Mayangan M. Abbas S.Sos, Pemilik Kapal Cahaya Bahari sdr. Matari, Sekretaris HNSI H. Zainul Fatoni, H. Jupri serta para keluarga Para ABK KM. Cahaya Bahari mengunjungi rumah duka almarhum untuk memberikan ucapan belasungkawa kepada keluarga M. Rohim serta Windi (nahkoda yg sampai saat ini belum ditemukan) yang beralamat di Jl. Ikan tongkol Gg. Susu kel. Mayangan Kec. Mayangan Kota Probolinggo.

Dalam kesempatan ini, Kapolresta menyampaikan turut berduka cita dan bela sungkawa yang sebesar – besarnya atas musibah yang sedang dialami oleh para keluarga korban. Kapolresta juga mengatakan saat ini dari pihak kepolisian dan Basarnas masih melakukan pencarian terhadap KM Cahaya Bahari dan para korban yang masih belum ditemukan hingga saat ini.

“Dibalik setiap musibah yang dialami, pasti ada hikmah dibalik semua ini baik itu untuk keluarga korban maupun pemilik kapal. Kami juga mengharap kepada para keluarga korban tetap Sabar dan Ikhlas semoga segala amal dan ibadahn para korban diterima oleh Allah SWT”, Ucap Kapolresta.

Sementara itu, sejauh ini kabar tujuh anak buah kapal (ABK) Kapal Motor (KM) Cahaya Bahari Jaya sejauh ini belum diketahui. Data dari Satpol Air setempat, selain Rohim, ada tujuh awak kapal lain. Mereka adalah Windi, Wahyu, Samsul, Iwan, Giman, Marwan dan Tomi.