Jumat, 23 November 2018

Maraknya Aksi "Goyang Truck", Polisi Bersama Dishub Lakukan Antisipasi


Maraknya Fenomena  truk bergoyang atau "Goyang Truck" (berjalan cepat dan zig-zag, red) yang viral di sosial media dinilai membahayakan pengemudi dan pengguna jalan lainnya. Pengemudi truk bermuatan cabe tujuan Jakarta dan daerah besar lainnya bergoyang – goyang dengan kecepatan tinggi di sepanjang jalur pantura, di saat para komunitas meminta goyang om sopir.

Sang sopir langsung menuruti kemauan permintaan pemuda yang tergabung pecinta truk, langsung mengoyang – goyangkan kemudinya, badan truk juga goyang kanan kiri layaknya berjoget, yang sangat membahayakan keselamatan pengendara lain.

Sejak sebulan terakhir ini, viral truk goyang yang di uploud di you tube oleh sejumlah komunitas pecinta truk di sejumlah daerah, membuat Satuan lantas Polres Probolinggo Kota bergerak cepat mengantisipasi korban jiwa, yang ditimbulkan ulah sopir mengoyang – goyangkan badan truknya. Karena itu, pihak Polresta Probolinggo melaksanakan kegiatan antisipasi aksi truk bergoyang yang biasa melintas di jalan Pantura itu.

Untuk langkah persuasif, Polresta bersama Dishub menggelar razia simpatik di Jalan Lingkar Utara (JLU) tepatnya di depan Pelabuhan Mayangan, Kamis (22/11/18) malam. Truk-truk yang melintas dihentikan untuk diberi selebaran berisi larangan bergoyang karena dapat membahayakan bagi diri sendiri maupun pengguna jalan yang lain.

Kasat Lantas Polresta, AKP Kemaji mengatakan, truk bergoyang sangat berbahaya bagi kendaraan lain, apalagi jika dilakukan modifikasi dan penggantian suku cadang truk yang tidak memenuhi standard.

“Kegiatan ini sebagai bentuk antisipasi atas viralnya truk bergoyang akhir-akhir ini. Kami mengimbau sopir truk dan memberi selebaran agar tak ada aksi truk bergoyang khususnya di Kota Probolinggo,” ujar Kemaji.

Dikatakan razia atas perintah Kapolresta Probolinggo tersebut akan terus dilakukan secara rutin. Para sopir truk pun diminta agar tidak memenuhi permintaan komunitas pecinta truk bergoyang.

“Ini hanya imbauan dan akan terus kali lakukan. Namun jika nanti masih ditemui ada aksi truk bergoyang tentunya kami tindak sesuai aturan,” tegas dia.

Sementara itu salah satu sopir truk asal Tasikmalaya, Dede Nasullah (30) mengaku kaget dengan razia tersebut. Namun ketika ia tahu soal truk goyang, ia lega karena sejatinya ia juga tak setuju.

“Ikut senang dengan larangan truk goyang. Karena ini membahayakan. Saya sendiri belum pernah diminta untuk bergoyang. Namun jika ada permintaan, saya menolak,” ucap Dede yang hendak ke Bali.

Larangan truk ‘goyang’ ini bermula saat beberapa komunitas di Kota Probolinggo yang meminta sejumlah truk untuk bergoyang saat melaju, sekedar hiburan semata. Hanya tak semua truk bisa goyang, melainkan truk yang berbodi kecil saja.