Kamis, 15 November 2018

Derita Diare Akut, Polisi Evakuasi Turis Rusia Yang Dirikan Tenda Di Makam


Seorang turis Rusia yang sakit saat berlibur di kawasan Gunung Bromo, Boris Osmanov (45) harus menjalani rawat inap di RSUD dr.Mohammad Saleh, Kota Probolinggo. Bule ini dilarikan ke rumah sakit setelah menderita sakit perut dan diare akut. Sebelumnya, turis tersebut “digrebek” oleh warga desa Sepoh Gembol Kec. Wonomerto  karena mendirikan tenda di area pemakaman desa.

Wakapolresta Probolinggo, Kompol Imam Pauji yang memimpin proses evakuasi Boris ke rumah sakit menyebut, Boris merupakan seorang sekuriti di sebuah perusahaan swasta di Rusia. Boris lalu melancong ke sejumlah negara untuk berlibur. Waka juga menjelaskan  bahwa warga curiga dengan adanya tenda tersebut. Warga awalnya mengira yang ada di tenda adalah pencuri ternak. Kawasan desa tersebut memang sering terjadi pencurian ternak. Tetapi saat tenda dibuka, warga kaget karena yang ada di dalam tenda adalah orang asing berambut pirang. Bule tersebut sedang tidur pulas. Polisi yang datang ke lokasi lalu membawa bule itu ke Polsek Wonomerto.

“Ia sementara di ruang maternal IGD RSUD dr.Mohammad Saleh, untuk memastikan kondisinyanya. Saran dari dokter, ia harus rawat inap. Untuk sakitnya, yang bersangkutan mengeluh sakit perut dan diare,” kata Pauji.

Wakapolresta juga menjelaskan bahwa Boris mengaku tersesat setelah dirinya turun dari kendaraan travel di jalur menuju obyek wisata Bromo pada Selasa (13/11/18) malam. Wakapolresta juga menyebutkan bahwa pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan pihak Kedubes Rusia terkait penanganan Boris di Probolinggo.

Soal biaya perawatan, Pauji memastikan semua biaya perawatan Boris di rumah sakit, akan ditanggung sepenuhnya oleh Polresta Probolinggo. Setelah Boris pulih, pihaknya akan segera menentukan sikap.

“Kita rawat dulu sambil menunggu hasil perawatan. Bagaimana langkah selanjutnya, apakah dipulangkan ke Rusia atau kemana nanti tunggu hasil dokter,” tandas dia.

Diketahui, Boris sempat hebohkan warga karena tidur di makam di Desa Sepuh Gembol, Kecamatan Wonomerto. Ia tak berdaya melawan sakit perut sementara bekal perjalanan sebagai wisatawan manacanegara (wisman) telah habis.

Sempat membeli obat di apotik, namun sakit perut Boris tak kunjung sembuh sehingga pihak Polresta Probolinggo membawanya ke RSUD dr Mohamad Saleh. Belum diketahui berapa lama Boris akan menjalani rawat inap di rumah sakit.