Jumat, 09 November 2018

Gencarkan Kampanye Lawan Berita Bohong, Kapolres Ajak Para Ulama Dan Santri Deklarasi Anti Hoax


Jajaran Polresta Probolinggo menggencarkan kampanye melawan berita bohong (hoax). Salah satu upaya dengan menggandeng para ulama dan santri untuk bersama-sama melawan hoax.. Hal inilah yang dilaksanakan oleh jajaran Polresta Probolinggo pada kamis pagi(08/11/18). Kapolresta Probolinggo AKBP Alfian Nurrizal S.H, S.I.K, M.Hum  mengajak para santri di Pondok Riyadlus Sholihin kec. Kademangan Kota Probolinggo untuk melaksanakan kegiatan “Deklarasi Anti Hoax” oleh para santri dan pengurus ponpes Riyadlus Sholihin.

Kepada tim Tribratanews, Kapolresta menjelaskan bahwa kegiatan ini memang bertujuan untuk memberikan edukasi dan wawasan kepada para santri generasi millennial untuk bisa menjadi benteng dari berbagai macam isu dan berita hoax yang marak beredar di media sosial. Kapolres juga mengatakan bahwa santri saat ini sudah menjadi elemen penting bagi bangsa untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan NKRI agar tetap terjaga.

"Berita hoax harus kita kelola dengan baik agar tidak mencederai persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, menjaga Bhinneka Tunggal Ika dan menjaga NKRI,” Ucap kapolres.

Kapolres juga  mengimbau para ulama dan santri untuk melakukan cek dan ricek bila menemukan keraguan terkait isi berita yang diterima.
"Jika kita menemukan suatu berita yang meragukan, kita harus membandingan mencari sumber berita yang lain. Kenali sumber yang memuat berita hoax dan telusur identitasnya, apakah dapat dipercaya," tuturnya.

Kegiatan Deklarasi Santri anti hoax ini juga dilaksanakan serentak oleh jajaran Polresta Probolinggo di sebelas Pondok pesantren yang ada di wilayah hukum Polresta Probolinggo. Pondok pesantren tersebut antara lain Ponpes Roudlotut Tholibin, Ponpes As Sulthon, Ponpes Nurul Islam, Ponpes Dzikrul Falah, Ponpes Manbaul Ulum, Ponpes An Nur, Ponpes Assuniyah Nurul Hidayah, Ponpes Zainul Islah serta Ponpes Nurul Salafiyah.