Kamis, 01 November 2018

Jaga Situasi Kamtibmas, Kapolres Ajak Netizen Cangkruk'an


Dalam rangka gerakan warung bersih, bebas miras, narkoba, hoax dan hate speech, Polres Probolinggo Kota giatkan cangkrukan bareng netizen Probolinggo Kota. Bertempat  di Cafe Celcius Probolinggo, Rabu (31/10/18), Kapolres AKBP Alfian Nurrizal S.H, S.I.K, M.Hum  didampingi oleh Kasat Intel AKP Darto Darmawan, Ketua KPU H. Ahmad Hudri, dan juga Ketua Bawaslu Azam Fikri.

Dalam kesempatan ini, Kapolresta menyampaikan rasa terima kasih kepada para netizen dari grup medsos ILKPro dan IMP karena sudah meluangkan waktunya untuk hadir dalam kegiatan cangkruk’an ini. Kapolresta juga mengatakan bertepatan dengan adanya pelaksanaan Pilpres dan Pilleg 2019, Narasumber dala kegiatan ini juga ada dari KPU  dan Panwas sebagai pencerahan terhadap aturan – aturan mengenai Pemilu, dan hal apa saja yang tidak boleh dalam Pemilu.
“Netizen kedepan diharapkan juga turut membantu mengawasi jalannya Pemilu 2019, sehingga kita kedepan dapat melaksanakan kegiatan kepolisian biar lebih maksimal”, Ucap Kapolresta

Cangkrukan bareng netizen ini mengundang beberapa anggota dari grub sosial media, yang diantaranya Informasi Lalu Lintas dan Kriminal Probolinggo ( ILK ), serta Info Masyarakat Probolinggo ( IMP ). Hal ini bertujuan untuk meberikan sosialisasi kepada mereka, untuk tidak menyebarkan berita yang bernilai negatif, hoax, dan sara. Karena banyak sekali berita hoax yang bermunculan menjelang pemilu 2019 ini. Seperti apa yang disampaikan oleh nara sumber Arif Lukman dari Jakarta.

"Maka sekarang di era milenial dan digital, yang menguasai dunia adalah netizen, kalau netizen bagus maka baguslah dunia, namun kalau netizennya buruk maka hancurlah dunia. Dan netizen yang bagus adalah netizen yang cerdas, yang dia tidak mengeshare hoax dan ujaran kebencian," tutur Arif Lukman.

"Kita sesama Indonesia, sesama Jawa Timur rek, hanya karena beda pilihan, beda partai harus bermusuhan, tidak saling kenal. Ayo kita gabungkan, kita persatukan orang yang saling bermusuhan, kita bersatulah, ngapain harus ribut. Pilpres, Pileg, dan sebagainya, itu kan hanya sistim mencari pimpinan, dan tiap 5 tahun pasti ada lagi. Siapapun pemimpinnya, mekanismenya sama, ada undang - undangnya, ada peraturan pemerintahnya, semua ada proses. Kami membawa pesan damai dari Jakarta, mari kita wujudkan pemilu 2019, aman, damai, dan sejuk," tegasnya.

Ketua KPU Achmad Hudri, ST dalam kegiatan ini juga mengungkapkan permasalahan di tengah masyarakat saat ini memang kompleks, jika terdapat permasalahan memang seperti tidak terdengar, namun begitu masuk di dunia internet atau medsos, hal itu menjadi begitu ramai, ini artinya penyampaian aspirasi masyarakat memang perlu diperhatikan dari sisi manapaun. Ketua KPU juga menjelaskan Hoax ini merupakan bahasa keren nya, kulitasnya sebenarnya adalah fitnah,  peran para Netizen ini juga besar dengan turut membantu memonitor tentang adanya hoax di internet, karena bagaimanapun kegiatan membackup adanya fitnah itu juga pahala.

“Saring informasi di Medsos, termasuk informasi tentang Pemilu, karena saya sendiri juga paham bahwa masyarakat sukanya melihat gambar yang menarik, itu sudah saya buktikan, ketika saya men share DPT di medsos yang me Like hanya sedikit, beda ketika saya men share gambar yang ada sedikit ceritanya, justru yg me like banyak.”Ucap Ketua KPU.