Senin, 12 November 2018

Tanggapi Laporan Warga, Polisi Berikan Pendampingan Terhadap Siswa Yang Bermasalah


Berbagai bentuk kenakalan remaja memang harus terus diantisipasi untuk menjaga para generasi muda agar tidak terjerumus kedalam hal yang bisa merusak masa depan mereka. Jajaran Polsek Mayangan pada jumat, (09/11/18) mendatangi SMPN 3  Kota Probolinggo karena mendapati laporan dari warga tentang adanya salah satu siswa mereka yang dipaksa “ngelem” oleh sekumpulan anak Punk. Menindak lanjuti informasi tersebut, Unit Binmas  dan Unit Intelkam Polsek Mayangan segera  melaksanakan koordinasi dengan Kepala sekolah dan Guru BK SMPN 3 kota Probolinggo.

Iptu Juminem Kanit Binmas Polsek Mayangan mengungkapkan bahwa benar ada salah satu siswa dari SMKN 3 yang dipaksa “ngelem” dengan sekumpulan anak punk  dengan ancaman jika tidak mau akan dipukuli oleh anak punk tersebut, Kanit binmas juga menceritakan bahwa “A” siswa yang dipaksan “ngelem” bersama tersebut berkenalan “D” yang merupakan salah satu anggota anak punk di sekitar  RS. Wonolangan. Kanit Binmas juga mengatakan bahwa “A”  juga sering dipalak atau dimintai uang oleh anak-anak punk tersebut. kalau tidak menuruti “A” diancam akan di pukuli.

“Akan kami berikan penyuluhan dan pembinaan terhadap siswa “A” agar kedepan tidak melaksanakan kegiatan yang bisa merusak masa depannya,” Ucap kanit binmas

Kepala sekolah Bpk. Sumantri, Spd, Mpd membenarkan bahwa salah seorang siswanya kelas atas nama “A” telah  di paksa menghirup lem Fox (ngelem) oleh sekumpulan anak punk. Kasek juga menambahkan salah satu guru ( Ibu Martin ) mengetahui saat siswa “A” mengkonsumsi lem di sawah belakang sekolah kemudian menyampaikan kepada guru BK  dan pihak sekolah mengundang wali murid dari siswa “A” untuk datang ke sekolah.  Dari pihak orang tua siswa,  diperoleh informasi bahwa siswa “A” pernah tidak pulang  sampai 3  hari dimungkinkan dipaksa bergabung menemani anak – anak punk tersebut.

“Sekira Satu bulan yang lalu siswa “A” pada  saat pulang sekolah lewat sawah belakang SMPN 3 di hadang oleh sekumpulan anak – anak  punk -+10 orang pada saat ngelem dan disuruh berjaga apabila ada orang lewat”, Ucap Kasek.