Rabu, 05 Desember 2018

Cegah Penyebaran Paham Radikal, Kasat Binmas Berikan Edukasi Tentang Wawasan Kebangsaan



Banyaknya konten radikal yang berawal dari medsos, membuat Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) dan jajaran Polresta Probolinggo melaksanakan kegiatan antisipasi agar konten – konten radikal yang ada di medsos tersebut bisa disikapi dengan bijak oleh para guru PNS di kota Probolinggo.  Senin,(04/11/18) Kasat Binmas Polresta AKP Suharsono menjadi narasumber dalam kegiatan pembinaan dan penyuluhan tentang materi kebangsaan serta konten radikal di media sosial.  Sebanyak 30 guru  PNS ditatar diberikan materi kebangsaan agar tak terjerumus pada paham dan aksi radikalisme. Tak hanya ditatar wawasan kebangsaan, mereka diharapkan cinta tanah air dan tidak terjerumus di dunia radikalisme termasuk terorisme.

Dalam kegiatan yang berlangsung di salah satu resto di Jalan Mayjend Panjaitan tersebut, Kepala Disdikpora Mochammad Maskur mengatakan, kegiatan itu merupakan bagian dari antisipasi agar tak ada radikalisme di lingkungan pendidikan. Apalagi ini pasca ramainya polemik pawai anak TK bercadar dan bersenjata api replika.

“Ini sebagai upaya antisipasi saja. Mereka 30 guru ditatar wawasan kebangsaan agar tidak terjerumus dalam radikalisme. Sehingga menciptakan Kota Probolinggo yang aman dan damai,” ucap Maskur Senin

Sementara itu, turut hadir Kasat Bimas Polres Probolinggo Kota AKP Suharsono. Kasat menuturkan, dikumpulkannya 30 guru tersebut memang sebagai upaya preventif dari masuknya radikalisme bagi kalangan guru. Kasat juga menjelaskan, bahwa peran para guru sangatlah penting untuk bisa menjadi salah satu benteng dari maraknya konten – konten radikal yang beredar di media sosial. Kasat juga berharap, setelah kegiatan ini, para guru bisa memberikan sedikit ilmu yang telah diterima disini kepada para murid yang di masing – masing sekolah tempat mereka mengajar.

“Memang bagian dari antisipasi radikalisme masuk dunia sekolah. Pasalnya kita akui, radikalisme mudah masuk melalui sosmed. Salah satu oknum pernah menyebarkan ajakan yang mengarah pada radikalisme beruntung sudah kita redakan,” ucap Suharsono.

Kasat menambahkan, tak hanya paparan kebangsaan. Penanaman cinta tanah air dan NKRI dan kebijakan dalam menyaring konten radikal yang ada di medsos juga menjadi komitmen bagi para guru yang hadir.

“Harapannya mereka bisa menjadi panutan dan tauladan bagi siswanya. Apalagi sebagai seorang yang digugu dan ditiru,” tandasnya.