Sabtu, 09 Februari 2019

Polemik Buku Tematik, Kapolres Kumpulkan Puluhan Guru Kelas V SD/MI


Keresahan para guru khususnya kelas V SD/MI di Kota Probolinggo ditindaklanjuti dengan cepat oleh Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal, SH,S.IK,M.Hum. Menggandeng Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Kemenag dan Ketua PCNU Kota Probolinggo, Kapolres mengumpulkan puluhan guru kelas V di Kantor Diknas Kota Probolinggo (08/02/18).

Di hadapan para guru, Kapolres menjelaskan telah berdiskusi dengan Disdikpora, Kemenag dan PCNU Kota Probolinggo tentang buku tematik yang menimbulkan polemik itu. Hasilnya buku itu tidak akan ditarik dari siswa. Belajar dari peristiwa sebelumnya, tentang buku yang mencantumkan Yerusalem sebagai Ibukota Israel akan ditarik ternyata mengganggu aktivitas belajar sebab kemudian pihak penerbit tidak mengirimkan buku pengganti sehingga akibatnya siswa kesulitan untuk belajar.

“Buku tematik terbitan Kemendikbud RI itu sangat penting dalam kegiatan belajar mengajar siswa kelas 5. Jadi kami minta agar para guru menjelaskan dengan benar isi buku tersebut pada para murid”, jelasnya.

Sementara itu kepala Disdikpora Kota Probolinggo Muhammad Maskur menyebut Kemendikbud RI telah memerintahkan untuk menarik buku tersebut. Namun pihaknya khawatir siswa tidak dapat buku pengganti karena buku dibutuhkan untuk ditarik.

Budi Wiryanto Kabid Pendidikan Dasar menjelaskan buku tematik itu adalah buku untuk semua mata pelajaran beda dengan buku paket zaman dulu yang sifatnya khusus. Jika buku ini ditarik sekarang maka akan sulit untuk melakukan pembelajaran ujarnya.

Kepala Kemenag Kota Probolinggo Mufi Imron Rosyadi menjelaskan hal serupa. Menurutnya penting bagi guru untuk juga memperhatikan isi buku yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar