Jumat, 01 Februari 2019

Sosok Ipda Imam, Kanit Serse Polsek Yang Tekan Dan Selesaikan Kasus Pidana Dengan Maksimal


Seakan berpacu dengan mentari, menyibak kabut yang masih enggan menepi, pagi itu ia bergegas meninggalkan rumah surganya, tinggalkan anak dan istri tercinta, demi tugas mulia. Kiranya jauh dari kesan mewah, sederhana saja sudah cukup menjadi penyemangatnya untuk sepenuhnya mencurahkan tenaga dan fikiran untuk institusinya.

Adalah IPDA M. Imam Syafi’i,. SH., M.Hum., Kanit Reskrim Polsek Sumberasih, demi melaksanakan tugas, berkilo-kilo meter harus ditempuh. Bertempat tinggal di desa Banyuanyar dan bertugas di Polsek Sumberasih.

Menjadi seorang pimpinan unit Reserse Kriminal ditingkat Polsek tidaklah mudah meski dipandang hanya setingkat Polsek, satuan Kepolisian yang terbawah. Mengurus kriminalitas sekecamatan Sumberasih dengan 13 desa, termasuk Desa Gili ketapang yang terpisah dari daratan pulau Jawa,  tentunya membutuhkan kemampuan fisik dan mental yang tidak biasa-biasa saja, ditambah dengan keuletan menghadapi kasus kriminal yang rumit. Namun Ipda Imam, begitu dia biasa dipanggil, tidak pernah surut semangat.Dengan dibantu lima orang anggota, yang selalu turut bahu-membahu dalam setiap penanganan perkara pidana, menambah daya tekan dan selesaikan kasus pidana dengan maksimal.

“Sebagaimana sumpah janji menjadi anggota Polri ketika dahulu "teken kontrak" menjadi Polisi, siap ditempatkan dimana saja dan pantang menolak tuhas, saya tanamkan itu disetiap tugas saya, meakipun kodrat manusia selalu ada kurangnya. Tetap saya maksimalkan kemampuan demi institusi. Panas, hujan, malam buta bukan jadi halangan bila keadaan darurat membutuhkan tindakan kami. Ini adalah amanah, jadi bedosa bila kita mengingkarinya. Semoga saja apa yang saya kerjakan ini, sebagai Kanit Reskrim bisa bernilai baik pada masyarakat dan pimpinan juga ibadah”. Ucap Ipda Imam disela-sela tugasnya.

Sudah tidak terhitung berapa perkara pidana telah diungkap dibawah kepemimpinan Ipda Imam, yang menonjol dan masih lekat diingatan kita, pencurian besi proyek Tol Pasuruan-Probolinggo milik PT. Waskita Karya. Dari segi kwantitas pencurian tersebut tergolong menonjol karena besarnya besi yang diambil, dan dari segi 'kualitas' perkara ini adalah proyek Nasional  Presiden Joko Widodo, sehingga sangat perlu untuk ditindak guna efek jera bagi pelaku dan yang akan coba-coba melakukan. Dengan sinergi bersama anggota Koramil 06 Sumberasih, kasus pencurian besi proyek jalan tol Pas-Pro bisa diungkap, tuntas.

Kapolsek Sumberasih AKP Wahyudi., SH. , M.Hum., juga tidak luput memberikan acungan jempol untuk kinerja Ipda Imam.

“Sudah 3 tahun ya kurang lebih pak Imam ini menjabat Kanit Reskrim Polsek Sumberasih, saya selalu Kapolsek sangat terbantu dalam menjalankan roda komando di Polsek ini. Karena saya selaku Kapolsek tentunya mengatur banyak unit. Dan alhamdulillah unit Reskrim dibawah pimpinan pak Imam yang penuh dedikasi ini, berjalan dengan baik.” Puji Kapolsek.

Menutup wawancara dengan Ipda Imam, wartawan Tribrata news berpamitan. Hari sudah mulai gelap, Ipda Imam belum keluar dari ruangannya untuk pulang. Ternyaya dia masih akan berpatroli malam bersama anggota. Ditengah malam yang sebentar lagi akan berganti pagi, Ipda Imam bergegas pulang. Berangkat masih berkabut, pulang juga harus membelah kabut.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar