Kamis, 16 Mei 2019

Antisipasi Kemacetan Di Pasar Baru, Polisi Bersama Dengan Instansi Terkait Lakukan Rekayasa Arus Lalin


Jajaran Polresta Probolinggo beserta dengan isntansi terkait mulai Selasa (14/05/19), melaksanakan rekayasa lalu lintas (lalin) di Pasar Baru, Jalan Panglima Sudirman, Kota Probolinggo. Rekayasa itu akan diuji cobakan selama tiga hari mendatang. Jika berhasil, maka akan diberlakukan seterusnya.

Rekayasa lalin dilakukan dengan sejumlah perlakuan khusus di lapangan. Di antaranya, road barrier dipasang di sebelah kiri jalan. Road barier tersebut diperuntukkan parkir kendaraan roda dua. Sehingga, tak ada lagi kendaraan roda dua yang parkir di sebelah selatan jalan. Sementara roda empat yang hendak ke Pasar Baru harus parkir di selatan jalan.

Namun, rekayasa itu masih butuh banyak penyesuaian. Sebab, masih banyak kendaraan roda dua yang parkir di selatan jalan. Selain itu, penurunan penumpang serta penyeberangan masih semrawut.

Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal saat dijumpai di lokasi mengatakan, rekayasa lalin memang butuh banyak penyesuaian. Oleh karenanya, Kapolres akan menempatkan petugas satlantas bekerja sama dengan Dishub dan Satpol PP untuk mengarahkan.

“Sebagian warga tidak tahu bahwa kendaraan roda dua semuanya harus parkir di utara jalan. Sedang, selatan jalan untuk roda empat. Oleh karenanya, kami siapkan petugas jaga,” terangnya.

Sementara itu, Titin, 50, pemilik Toko July yang pernah memprotes aturan parkir, mengaku lega dengan rekayasa lalin itu. Rekayasan lalin yang dilakukan saat ini menurutnya, memberikan angin segar pada pedagang.

Ke depan dia berharap, pembatas jalan di tengah yang ada di depan tokonya dibongkar. Sebab, hal itu yang menyebabkan kemacetan. “Pembatas jalan tengah itu harusnya dibongkar. Selain itu, harus ada plang di jalan baru yang tembus ke Pahlawan (ruko) agar kendaraan yang dari arah Pahlawan tidak boleh masuk lewat sana,” tambahnya.

Hal senada diungkapkan oleh Hadi, pemilik toko Sumber Baru. Hadi memberikan apresiasi upaya yang dilakukan oleh pihak kepolisian untuk mengurangi kemacetan.
Hanya saja Hadi berharap jam bongkar muat kembali pada aturan sebelumnya. Yakni, tak ada batasan waktu.

“Kalau muat di atas pukul 18.00, tentunya toko yang kehabisan bahan akan kerepotan. Selain itu, tukang pengangkutnya juga banyak yang tidak mau,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Jl Panglima Sudirman di depan Pasar Baru kerap  kerap macet. Lebih lagi menginjak Lebaran. Oleh karenanya, Satlantas Polres Probolinggo Kota melakukan rekayasa lalin

.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar