Jumat, 19 Juli 2019

Tanggapi Isu Tentang PKH, Ini Penjelasan Dari Pendamping PKH Dan Bhabinkamtibmas


Ditengah kesibukan kegiatan sambang di desa binaannya, Bhabinkamtibmas desa Pesisir Bripka Eko yang saat itu singgah di kantor Desa Pesisir langsung menghadiri kegiatan rapat rutin yang dilakukan kelompok penerima Program Keluarga Harapan (PKH) juga pendampingnya, kamis (18/07/19) pagi. Adalah adanya berita yang tersebar melalui pesan singkat melalui hand phone yang membuat para penerima program tersebut resah dan bertanya-tanya tentang kebenaran info yang belum jelas asalnya tersebut. Manfaatkan momentum kehadiran Bripka Eko tersebut, salah seorang peserta rapat menanyakan kebenaran informasi.

Kekhawatiran mereka diawali dari pesan singkat melalui hand phone yang mengatakan penerima program PKH akan di penjara bila ternyata kedapatan mereka sebenarnya tidak berhak atau salah sasaran.

"Setiap informasi yang mengatasnamakan institusi Pemerintah tentunya tidak begitu saja disampaikan hanya melalui pesan singkat, melainkan informasi tetsebut akan disampaikan berjenjang mulai dari Pemerintah pusat hingga instansi apa yang akan dituju.” Kata Bhabinkamtibmas

Bripka Eko juga menambahkan, apabila ada informasi tentang PKH tersebut tentunya pasti juga akan sampai terlebih dahulu kepada koordinator yang kemudian akan diteruskan kepada penerima program PKH. Jadi untuk sementara tidak perlu khawatir juga sekaligus jangan meneruskan informasi yang belum tentu kebenarannya. Ini tidak terbatas hanya persoalan ini saja, jadi setiap informasi yang belum tentu kebenarannya jangan diterima mentah-mentah yang bisa jadi membuat keresahan, apalagi sampai disebarkan ke orang lain. Konfirmasi dulu kepada yang lebih tahu.

Menanggapi keresahan informasi tersebut, pendamping PKH desa Pesisir mengatakan belum ada edaran resmi dari pemerintah tentang itu dan bila memang sudah ada pastinya akan disampaikan pada penerima bantuan tersebut.

Berkali-kali juga Bripka Eko juga sampaikan pada warga, jangan mudah percaya berita ataupun informasi yang belum tentu kebenarannya. Lebih baik bertanya dahulu untuk memastikan, bukannya kembali menyebarkan berita yang nasih meragukan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar